Home » Regional » Pemprov Jabar Mantapkan Program Perbaikan Rumah Tak Layak Huni

Pemprov Jabar Mantapkan Program Perbaikan Rumah Tak Layak Huni

heryawan bersama warga penerima bantuanJABARTODAY.COM – SUBANG

Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan mengukuhkan pelaksanaan Program Perbaikan Rumah Tidak Layak Huni 2013. Kegiatan ini dimaksudkan untuk memantapkan realisasi dan kualitas program perbaikan kediaman warga miskin menjadi rumah tinggal layak huni.

Upaya memantapkan pelaksanaan program perbaikan rumah warga miskin itu digelar di Desa Tanjung Tiga, Kecamatan Blanakan, Kabupaten Subang, Selasa (8/10). Gubernur bersama beberapa bupati dan wakil bupati se-Jabar meninjau rumah tidak layak yang sudah direnovasi di Desa Tanjung Tiga.

Perbaikan rumah tidak layak huni di Desa Tanjung Tiga menjadi proyek percontohan bagi program serupa di Jabar. Sebanyak 280 unit rumah warga setempat dibedah melalui program pemerintah provinsi dan menghabiskan dana Rp 10 juta/rumah.

Sebagai percontohan, 280 kepala keluarga (KK) yang tersasar program juga memperoleh bentuk pemberdayaan lain. Antara lain, program kesehatan dan pendidikan, serta perbaikan infrastruktur jalan.

“Ke-280 KK yang tersentuhan di Desa Tanjung Tiga juga memperoleh bantuan bidang kesehatan dan pendidikan. Tentu tidak cukup rumah direnovasi, tanpa lingkungannya dilengkapi sarana kesehatan. Begitu pula anak-anak mereka butuh pendidikan,” papar Heryawan seraya menambahkan perlakuan serupa akan diterapkan di lokasi lain secara bertahap.

Heryawan menambahkan, program bedah rumah warga miskin di Jabar pada 2012 menyentuh 7.500 KK. Pada 2013, program menyasar 10 ribu unit, belum termasuk tambahan 22 ribu unit yang dibiayai pemerintah pusat.

Untuk mencapai target perbaikan 100 ribu unit rumah warga miskin, Pemprov Jabar menarget renovasi 20 ribu rumah warga miskin pada 2014. “Semoga pemerintah pusat juga menaikkan tagetnya di Jabar, begitu pula pemerintah kabupaten/kota,” tutur Aher.

Saat meninjau salah satu rumah yang sudah direnovasi di Dusun Sukawera, Heryawan berdialog akrab dengan pasangan pemilik rumah, Kusin (84) dan Taskem (76).

Taskem bercerita, sepanjang usianya bersama sang suami tinggal di gubuk beralaskan tanah. Bila hujan turun, tirisan deras air akibat atap bocor membuat lantai rumah becek. “Sekarang tidak lagi. Atap sudah bagus, lantai juga bagus,” tukas Kusin. (VIL)

Komentar

komentar

Leave a Reply

Your email address will not be published.