Home » Politik » Bila Nyapres, BPMS All-Out Dukung Aher

Bila Nyapres, BPMS All-Out Dukung Aher

Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan

Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan

JABARTODAY.COM – BEKASI

Jajaran Badan Musyawarah Perguruan Swasta (BMPS) bertekad akan mendukung habis-habisan Ahmad Heryawan, yang kini Gubernur Jawa Barat, bila menjadi calon presiden (capres) pada Pemilihan Umum 2014.

Ketua Umum BMPS Dr. H.A. Fathoni Rodli, M.Pd menegaskan hal itu kepada wartawan di sela Seminar Nasional dan Puncak Gebyar HUT ke-42 BMPS di Kota Bekasi, Kamis (5/12).

 

Tampil sebagai narasumber dalam seminar yang diikuti sekitar seribu perwakilan BMPS se-Indonesia, Staf Khusus Menteri Pendidikan Nasional Taufikurrahman Saleh dan Ahmad Heryawan.

 

Dukungan BMPS, diterangkan Fathoni, diberikan kepada Heryawan atau Aher setelah mempelajari rekam jejak yang bersangkutan, khususnya visi dan hasil kerja bidang pendidikan.

 

BMPS, tegas Fathoni, semakin bulat dukungannya setelah mendengar langsung paparan Aher seputar kebijakan sektor pendidikan di Pemerintah Provinsi Jawa Barat.

 

“Kami semua yang bergerak di pendidikan ini mendambakan pemimpin seperti Gubernur Ahmad Heryawan. Beliau care betul pada dunia pendidikan. Kalau memang dia capres, Insya Allah kita akan all out,” ucap Fathoni, yang membawahi 21 ribu lebih sekolah swasta di Indonesia.

 

Ditambahkan, Heryawan dalam kepemimpinannya di Jabar yang hampir enam tahun menunjukkan hasil signifikan. Heryawan tidak hanya memperhatikan sekolah negeri, namun juga membina dan memajukan sekolah swasta.

 

Menyinggung paparan Aher dalam seminar, Fathoni mengungkapkan, kebijakan baru yang diterapkan Pemprov Jabar. Yakni, Dinas Pendidikan Nasional Pemprov Jawa Barat secara struktural memiliki Kepala Seksi Pendidikan Dasar Swasta serta Kepala Seksi Pendidikan Menengah Swasta. “Saya tadi komunikasi, Asisten Mendiknas juga ‘kaget’, sangat mengapresiasi. Ini terobosan luar biasa karena pendidikan swasta memang tidak boleh diabaikan. Inilah yang terjadi di Jawa Barat,” papar Fathoni.

Heryawan saat menyampaikan buah pikirannya dalam seminar nasional menegaskan, keliru bila pemerintah tidak serius menangani pendidikan swasta. Di Jabar, ungkapnya, 60% siswa sekolah menengah berada di lembaga pendidikan swasta. “Tidak serius membina pendidikan swasta sama dengan mengabaikan nasib 60 persen anak didik kita. Ini sungguh berbahaya,” tandas Aher.

 

Data BMPS sejalan dengan paparan Aher. Fathoni mengungkapkan, dari sekitar 34 juta anak didik dari level dasar hingga menengah atas, sebanyak 20 juta diantaranya di sekolah swasta. Anak didik di lembaga pendidikan swasta jauh lebih banyak dibanding di sekolah negeri. (AVD)

Komentar

komentar

Leave a Reply

Your email address will not be published.