Home » Politik » Pemprov Jabar Terus Genjot Kebutuhan Listrik

Pemprov Jabar Terus Genjot Kebutuhan Listrik

heryawanJABARTODAY.COM – GARUT

Pemerintah Provinsi Jawa Barat terus menggenjot pemenuhan kebutuhan sambungan aliran listrik. Untuk itu, Program “Jabar Caang” berupa bantuan sambungan aliran listrik untuk keluarga kurang mampu akan diteruskan.

 

Gubernur Jabar Ahmad Heryawan mengutarakan hal itu saat meresmikan Program Listrik Pedesaan se-Jabar, yang dipusatkan di Desa Margaluyu, Kecamatan Leles, Kabupaten Garut, Kamis (21/11).

 

Hadir pada peresmian Direktur Jenderal Ketenagalistrikan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral Jarman, Bupati Garut Agus Hamdani, dan warga setempat.

 

Seperti dituturkan Heryawan, Pemprov Jabar menargetkan penyambungan aliran listrik kepada 70 ribu keluarga pada 2014. Target ini jauh di atas pencapaian 2013, yang berjumlah 16 ribu sambungan. “Mudah-mudahan target bantuan dari Pemerintah Pusat juga meningkat jauh. Bila tahun ini tiga ribu sambungan, semoga tahun depan jauh di atas itu. Begitu pula bantuan dari kabupaten/kota,” ujar Heryawan.

Komitmen Pemprov Jabar untuk meningkatkan jumlah bantuan sambungan listrik, Gubernur menyatakan, bagian upaya untuk memenuhi ketersambungan aliran listrik kepada seluruh keluarga di provinsi terpadat di Indonesia ini.

 

Penduduk Jabar yang sudah menikmati sambungan aliran listrik (rasio elektrifikasi) hingga kini baru 73%. Sisanya 27% atau sekitar 2,4 juta kepala keluarga, belum memperoleh sambungan aliran listrik.

 

Dikatakan, bantuan sambungan listrik dari Pemprov Jabar ditentukan oleh ketersediaan jaringan distribusi aliran listrik. Jaringan pasokan aliran listrik ini tangggung jawab pemerintah pusat melalui PT Perusahaan Listrik Negara.

 

Sementara Pemprov Jabar membantu penyambungan dari jaringan distribusi PT PLN ke rumah warga, termasuk instalasinya.

 

Direktur Jenderal Ketenagalistrikan Kementerian ESDM Jarman menambahkan, rasio elektrifikasi nasional kini mencapai 79% atau 14,7 juta kepala keluarga yang rumahnya belum teraliri listrik.

 

Pemenuhan sambungan aliran listrik 100 persen kepala keluarga se-Indonesia ditargetkan usai pada 2020. (AVD)

Komentar

komentar