Home » Politik » Heryawan Tegaskan Tidak Takut Pada Pers

Heryawan Tegaskan Tidak Takut Pada Pers

Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan

Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan

JABARTODAY.COM – BOGOR

Media massa, kini dan ke depan, menjadi satu diantara empat pilar penentu kemajuan bangsa. Tiga tonggak yang lain: negara, kalangan pengusaha, dan masyarakat (civil society). Karenanya, pemerintah pusat hingga daerah perlu bekerjasama dengan pers agar perannya terealisasi maksimal. Bukan justru sebaliknya, menjauhi atau justru memusuhi insan media.

“Media massa adalah pilar keempat yang memiliki kekuatan membangun opini. Media mampu mengubah opini. Bersama media, negara akan sukses menjalankan perannya,” ujar Gubernur Jawa Barat, Ahmad Heryawan, saat menjadi pembicara di Seminar Empat Pilar Kebangsaan yang digelar MPR RI dan silaturahim dengan wartawan se-Bogor, Kamis (10/10).

Heryawan yang ditemani Wali Kota Bogor Ahmad Ru’yat, menyebut, hanya pihak atau pejabat bersih alias amanah saja yang siap menghadapi wartawan. Bila yang bersangkutan melakukan penyimpangan, terlebih terlibat kasus hukum, sambung Heryawan, mereka umumnya menghindar bertemu dengan jurnalis.  “Insya Allah, saya salah seorang pejabat yang tidak takut media. Di mana dan kapanpun siap menjawab pertanyaan wartawan,” tutur Gubernur.

Heryawan menambahkan, kerjasama baik Pemerintah Provinsi Jabar dengan pers dilandasi strategisnya peran media massa. Sebaik apapun program pemerintah tidak akan berjalan baik tanpa didukung masyarakat. Sementara pers-lah yang memiliki kekuatan untuk mendorong partisipasi masyarakat terhadap program pemerintah.

Dalam acara silaturahim dengan kalangan jurnalis se-Bogor, Heryawan menyempatkan diri melantunkan sebuah lagu Sunda, diiringi orgen tunggal. Usai menghibur wartawan, sosok yang akrab disapa Aher ini, bertukar pikiran dengan pers.

Saat berbicara bersama Pangdam III/Siliwangi Mayor Jenderal Dedi Kusnadi dan Kapolda Jabar Inspektur Jenderal Suhardi Alius dalam Seminar Empat Pilar Kebangsaan, Heryawan menegaskan peran negara yang tak lagi sedominan beberapa tahun lalu. “Kini, civil society bersama media massa dapat mengubah pasal-pasal tertentu dalam undang-undang,” urainya.

Seminar sendiri diikuti sekitar 200 peserta dari berbagai kalangan, termasuk pelajar dan mahasiswa se-Bogor. (LAB)

Komentar

komentar

Leave a Reply

Your email address will not be published.