Home » Pendidikan » Heryawan: Budaya Baca Membangun Peradaban

Heryawan: Budaya Baca Membangun Peradaban

Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan

Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan

JABARTODAY.COM – BANDUNG

Forum Silaturahim Nasional Pemuda Indonesia mengukuhkan Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan menjadi Duta Gerakan Indonesia Membaca. FSNPI beranggota perwakilan aktivis lintas lembaga kemahasiswaaan dan pemuda. Pengukuhan dilakukan dalam acara Deklarasi Gerakan Indonesia Membaca di Gedung Merdeka Asia-Afrika, Sabtu (9/11).

Hadir dalam acara penokohan Aher tersebut tak kurang 500 anggota FSNPI yang ditunjuk menjadi koordinator relawan gerakan di daerah masing-masing. Para koordinator berasal dari beberapa provinsi di Sumatera, Jawa, Sulawesi, dan Kalimantan.

 

Deni Prianto, salah seorang penggagas Gerakan Indonesia Membaca mengatakan, kebangkitan bangsa-bangsa selalu didasari kebangkitan spritual dan pemikiran, yang kemudian disusul pergolakan masif. Kondisi ini tidak mungkin lahir tanpa didorong inspirasi dan pencerahan, yang umumnya diperoleh melalui membaca. “Tidaklah berlebihan bila membaca itu menjadi rahasia kebangkitan sebuah bangsa,” ujar Deni, mantan aktivis kampus yang peduli pada upaya membangun budaya membaca di Bandung.

 

Dalam lingkup Indonesia, Deni menambahkan, usaha membangun budaya membaca telah digulirkan berbagai pihak sejak lama. Namun, hasilnya tidak maksimal karena tidak didukung oleh tokoh yang benar-benar tepat dan konsisten.

 

Menurut Deni, Heryawan tepat diposisikan sebagai Duta Gerakan Indonesia Membaca karena selama kepemimpinannya di Jawa Barat, ia membuktikan kepeduliannya pada dunia pendidikan. “Bung Aher juga tokoh nasional karena prestasinya, yang bukan cuma seorang nasionalis tetapi juga religius,” tegas Deni seraya menambahkan gerakan ini pantas digulirkan kembali dari Bandung, karena kota ini pernah menggelorakan semangat perjuangan Asia-Afrika.

 

Gubernur Heryawan dalam sambutannya menyatakan, budaya membaca dasar membangun peradaban. Karenanya, siapapun yang peduli pada Indonesia Raya pasti prihatin atas rendahnya indeks budaya membaca bangsa ini.

 

Indeks kebiasaan membaca masyarakat Indonesia baru di angka 0,01, yakni satu buku dibaca oleh 1.000 orang. Sementara di Amerika Serikat, lima buku dibaca 500 orang (0,05). Sementara Singapura 0,55, yakni 55 buku dibaca 500 orang.

 

Menurut Heryawan, kondisi Indonesia disebabkan beberapa faktor. Antara lain, ungkapnya, minimnya pembiasaan membaca buku sejak dini dan kurangnya fasilitas perbukuan. “Ke depan, di Jawa Barat harus diperbanyak taman bacaan di ruang-ruang publik,” tandas Heryawan. (VIL)

Komentar

komentar