Home » Headline » ITB Kecam Keras Aksi Geng Motor

ITB Kecam Keras Aksi Geng Motor

Suasana jumpa pers di Rektorat ITB, Selasa (22/10). Wakil Rektor Bidang Komunikasi, Kemitraan dan Alumni, Hasanuddin Abidin mengecam keras aksi kekerasan geng motor. (JABARTODAY/AVILA DWIPUTRA)

Suasana jumpa pers di Rektorat ITB, Selasa (22/10). Wakil Rektor Bidang Komunikasi, Kemitraan dan Alumni, Hasanuddin Abidin mengecam keras aksi kekerasan geng motor. (JABARTODAY/AVILA DWIPUTRA)

JABARTODAY.COM – BANDUNG

Aksi geng motor sudah sungguh meresahkan masyarakat, tidak terkecuali bagi Institut Teknologi Bandung. Lembaga pendidikan tinggi itu memiliki kepentingan karena telah banyak mahasiswanya yang menjadi korban keganasan geng motor.

Seperti diutarakan Wakil Rektor Bidang Komunikasi, Kemitraan, dan Alumni ITB, Prof.Ir. Hasanuddin Z. Abidin, M.Sc, kasus yang terakhir menimpa Julius Timothy alias Timmy yang dianiaya dan motornya dirampas oleh geng motor.

“Sepertinya belum ada penyelesaian yang pas dari kepolisian dan kembali ada kejadian lagi tadi malam,” ujar Hasanuddin dalam jumpa pers di Gedung Rektorat ITB, Selasa (22/10).
Untuk kasus Timmy sendiri, Hasanuddin menyatakan, pihak keluarga telah melaporkan ke Kepolisian Sektor Cibeunying Kidul. Hasan memandang, apa yang dilakukan oleh berandalan bermotor tersebut seperti wajar. “Kalau gini (belum ada tindak lanjut kepolisian), seperti biasa saja merampok dan menganiaya mahasiswa, setidaknya ada awareness dari kepolisian,” keluhnya.

Wakil Rektor Bidang Akademik dan Kemahasiswaan ITB, Prof. Dr.Ir. Kadarsah Suryadi, menambahkan, kejadian ini bukan hanya menganggu ITB, tapi juga publik. Apalagi, menurutnya, aksi yang dilakukan sangatlah sporadis dan cukup mengerikan. “Kalau ini tidak ditemukan akar masalahnya, akan terjadi terus menerus,” imbuhnya.

Timmy, mahasiswa Teknik Geofisika ITB 2011, mengalami kejadian naas tersebut pada Senin (7/10) lalu, Lokasi kejadian berada di daerah Cikutra, sekitar Borma dekat Taman Makam Pahlawan.

Kejadian berawal saat Julius usai mengantar temannya pulang ke daerah Cicaheum. Setelah mengantar temannya, Julius sempat makan dahulu di daerah Cikutra. Saat makan, ternyata Julius telah diincar oleh geng motor. Setelah selesai makan, Julius hendak ingin pulang ke rumahnya di Ciheulang.

Namun, tiba-tiba 2 buah motor yang berjumlah 4 orang mendekati Julius yang sedang naik motor, dan kemudian memukulinya. Karena dipukul secara tiba-tiba, Julius turun dari motor dan melawan balik ke 4 orang yang telah memukulinya tersebut. Julius berhasil mengalahkan ke 4 orang tersebut.

Namun tiba-tiba, 4 motor lain yang berjumlah 8 orang datang dengan membawa linggis dan golok. Kemudian menghampiri Julius dan membantu ke empat temannya yang telah berhasil diatasi oleh Julius sebelumnya.

Akhirnya 12 orang mengeroyoki Julius dan kemudian menikamnya dengan senjata-senjata yang mereka bawa. Julius mendapat 4 tikaman di kepala, 1 tikaman di leher, 1 tikaman di tangan, dan 1 tikaman di punggung. Rata-rata tikaman mencapai 15 cm dalamnya. Selain itu, Julius mengalami cedera tendon putus dan tulang lengan bawah terkikis karena saat salah satu geng motor hendak menikam kepala Julius, Julius menangkisnya dengan tangan, dan tangannya terkena tikaman golok. Kedalaman tikaman hingga menembus tulang.

Setelah Julius mengalami luka parah karena dikeroyok dan ditikam berkali-kali, para geng motor melempar Julius ke selokan depan Taman Makam Pahlawan. Motor milik Julius, Honda CBR, berhasil dibawa oleh
sekelompok anggota geng motor tersebut. Bersyukur saat itu Julius masih ada dalam keadaan sadar, lalu dia teriak minta tolong di dalam selokan.

Karena lama dan tidak ada yang mendengar, dia keluar dari selokan dengan sendirinya, lalu jalan ke bagian tengah jalan dan berbaring. Saat sedang berbaring di tengah jalan, Julius menelpon orang tua-nya, dan meminta orang-tua nya pergi ke Bandung karena Julius merasa sudah tidak dapat menahan rasa sakitnya. Untungnya terdapat bapak-bapak yang melihat Julius dan langsung menghubungi polisi. (VIL)

Komentar

komentar