Home » Bandung Raya » Gagal UAS, Gara-gara Pakai Ganja

Gagal UAS, Gara-gara Pakai Ganja

ganjaJABARTODAY.COM – BANDUNG

BY (17) hanya bisa tertunduk lesu di balik topengnya, pelajar kelas XI di salah satu Sekolah Menengah Atas (SMA) swasta di Kota Bandung ini hanya bisa menangis menyesali perbuatannya, karena tidak bisa mengikuti Ujian Akhir Sekolah (UAS). Ia ditangkap polisi, karena memiliki ganja yang akan dikonsumsi bersama temannya BCL (18) dan harus berada di jeruji besi, saat teman-temannya mengerjakan ujian nanti.

Pria berkepala plontos ini ditangkap Satuan Reserse Narkoba Polrestabes Bandung di kamar kosnya, di Jalan Kiaracondong, Senin (17/3/2014) malam. Saat ditangkap polisi, BY tak kuasa mengelak, karena semua barang bukti berada di tangannya, yaitu 5 linting ganja siap hisap.

Kendati begitu, BY mengaku belum sempat menghisap ganja tersebut. “Ini baru pertama kali. Saya tahu ini bahaya, tapi cuma iseng-iseng aja, cuma ingin tahu kaya gimana kalau pakai itu (ganja). Dan saya ga jual lagi, cuma buat saya sama temen di kosan,” ujar BY di Markas Sat Res Narkoba Polrestabes Bandung, Jumat (21/3/2014).

Ia menyebut, barang haram itu dibeli dari pria yang baru dikenalnya dengan harga Rp 10 ribu per lintingnya. Uang untuk membeli dikumpulkannya dari uang jajan sehari-hari dan hasil patungan dengan BCL, yang juga ditangkap polisi di kamar kosnya. “Beli dari Nde, saya ga tahu nama aslinya, karena baru pertama kali ketemu, yang pasti dia ngakunya orang Ciwastra. Saya tahu dia dikenalin sama temen, saya beli lima linting ganja dari dia seharga Rp. 50 ribu. Pas beli ganja, kita patungan, buat dipakai sama temen ganjanya,” aku BY.

Sementara itu, Kepala Sat Res Narkoba Polrestabes Bandung Ajun Komisaris Besar Mochamad Ngajib mengatakan, bahwa penangkapan keduanya berdasarkan laporan masyarakat yang mencurigai gerak-gerik pelaku sewaktu pulang sekolah. Anggota polisi kemudian dikerahkan untuk melakukan penyelidikan dan memastikan laporan tersebut. “Informasi dari masyarakat, langsung kami amankan pelaku. Dua yang pelajar ini merupakan hal yang memprihatinkan, sehingga kami himbau kepada para orang tua untuk lebih memperhatikan putra dan putrinya supaya tidak terlibat penyalahgunaan narkoba,” ucap Ngajib.

Dari tangan para pelaku, polisi mendapatkan barang bukti berupa enam linting ganja yang dibungkus dalam sobekan koran. Mengingat kedua pelaku masih berstatus pelajar, penanganannya pun akan dilakukan sesuai dengan prosedur yang berlaku. Saat disinggung apakah kedua pelajar akan dimasukan ke tempat rehabilitas pengguna narkoba, Najib menuturkan, belum dapat diputuskan. “Penanganan kedua pelajar akan sesuai dengan Undang-Undang Perlindungan Anak, apakah akan direhab? Nanti ada prosesnya. Karena kami sebagai penyidik Polri bekerja berdasar undang-undang penyidikan,” tukasnya.

Oleh polisi, keduanya dijerat dengan Pasal 111 UU 35/2009 tentang Narkotika dengan ancaman hukuman maksimal 12 tahun penjara. Mengingat kedua pelaku masih di bawah umur, maka akan didampingi Unit Perlindungan Perempuan dan Anak. (VIL)

Komentar

komentar

Leave a Reply

Your email address will not be published.