Home » Headline » Nyaleg dari PDIP, Ketua Komjak Dinilai Langgar Kode Etik

Nyaleg dari PDIP, Ketua Komjak Dinilai Langgar Kode Etik

Ketua Komjak RI, Halius Hosen (foto: antara)

Ketua Komjak RI, Halius Hosen (foto: antara)

JABARTODAY.COM – JAKARTA. Komisioner Komisi Kejaksaan (Komjak) Kamilov Sagala menilai Ketua Komjak Halius Hosen melakukan pelanggaran kode etik serius atas pencalegan dirinya sebagai anggota DPR RI dari PDIP Daerah Pemilihan I Sumatra Barat.

“Saya telah melaporkan Ketua Komisi Kejaksaan melakukan pelanggaran kode etik serius dan berdampak sistemik dikarenakan sebagai caleg DPR RI Sumatera Barat. Dia telah secara terang benderang melanggar kode etik Komisi Kejaksaan,” tegas Kamilov Sagala kepada Jabartoday.com, Sabtu (18/1/2014).

Selain melanggar kode etik Komjak, Mantan Kajati Jabar ini juga dinilai telah melanggar Pakta Integritas dengan Presiden. “Halius Hosen telah juga melanggar pakta integritas yang ditandatanganinya dengan Presiden saat dilantik sebagai ketua Komjak,” jelas Kamlov.

Sebelumnya Kamilov Sagala memprotes sidang etik yang diajukan Komisi Kejaksaan untuk dirinya hanya karena dia vokal dalam mengkritisi peran Kejaksaan Agung dalam penegakan hukum di Indonesia.

“Ada yang janggal dengan sidang etik itu. Salah satunya soal Halius Hosen dan Nur Rahman yang masuk menjadi anggota komite etik,” tuturnya.

Kamilov menyoal keberadaan Halius karena Ketua Komjak ini memiliki ketidaksukaan secara pribadi kepada dirinya sehingga putusannya dipastikan bersifat subyektif. Sementara Nur Rohman diragukan independensinya karena meskipun mewakili unsur masyarakat, dia adalah mantan Kapuspenkum, Kajati Sumut dan yunior Halius Husen.

Majelis Etik Komjak diketua Dr Sidharta, dengan anggota dari unsur masyarakat adalah Dr Asep Iwan Irawan SH MHUM, dan Dr Nur Rohman. Adapun yang dari unsur Komisi Kejaksaan adalah Halius Hosen SH dan anggota komisi Dr Rantawan Djanim, SH MH. (FZF)

Komentar

komentar