Home » Bandung Raya » Polisi Sita Ribuan Liter Solar

Polisi Sita Ribuan Liter Solar

bbmJABARTODAY.COM – BANDUNG

Polres Kota Besar Bandung berhasil mengamankan sekitar 25 ribu liter solar saat melakukan penggerebekan dari tempat penimbunan yang berada di Jalan Terusan Buah Batu, Kecamatan Bandung Kidul, yang sehari-hari digunakan sebagai tempat cuci mobil, Minggu (12/1/2014) malam.

Dari hasil penggerebekan 25 ribu liter solar yang akan dijual ke industri di luar Kota Bandung ini, didapat kerugian negara Rp 152.500.000 dengan asumsi harga jual solar kepada industri Rp 11.600/liter dan harga solar yang dibeli seharga Rp 5.500/liter.

Kepala Polrestabes Bandung Komisaris Besar Mashudi mengatakan, penggerebekan dilakukan oleh Polrestabes Bandung yang dibantu oleh Satuan Brimob Kepolisian Daerah Jawa Barat. “Kami masih selidiki lebih jauh, terutama rentang waktu operasional dari lokasi penimbunan ini. Sementara, informasinya mereka jual ke Pantura (Pantai Utara),” ujarnya di Mapolrestabes Bandung, Selasa (14/1/2014).

Dalam penggerebekan itu, pihaknya mengamankan lima orang tersangka dan masih dalam tahap pengembangan kasus di Mapolrestabes Bandung, yakni SG (48), YD (22), RT (21), DS (39), dan DHA (41). Kelima tersangka tercatat sebagai warga Kujangsari, Buah Batu, Bandung.

“Modusnya adalah setiap hari para tersangka membeli BBM (bahan bakar minyak) jenis solar dari luar Kota Bandung dengan harga normal. Lalu, mereka kumpulkan di lokasi penimbunan dan selanjutnya dikirim untuk industri di luar kota menggunakan truk tanki,” papar Kapolrestabes.

Ditambahkan Mashudi, dalam pembelian solar sendiri, tempat penimbunan ini memiliki tiga unit minibus yang telah dimodifikasi dan mampu memuat solar hingga 500 liter saat melakukan pembelian.

Barang bukti yang diamankan oleh polisi selain tiga unit mini bus dan solar sekitar 25 ribu liter, adalah 3 unit truk tangki BBM, 5 unit sepeda motor, alat hisap/mesin pompa air, 8 buah telepon seluler, serta 5 buah Kartu Tanda Penduduk (KTP).

Akibat perbuatannya, para tersangka terancam dikenakan Pasal 53 jo. Pasal 55 UU No 22/2001 tentang  Minyak dan Gas Bumi yang hukumannya 6 tahun penjara. (VIL)

Komentar

komentar

Leave a Reply

Your email address will not be published.