Home » Headline » Kasipidum Turun Langsung di Sidang Sisca Yofie

Kasipidum Turun Langsung di Sidang Sisca Yofie

sisca yofieJABARTODAY.COM – BANDUNG

Kasus tewasnya manajer cantik sebuah perusahaan Franceisca Yofie alias Sisca (34) sungguh menyita perhatian publik. Itulah yang membuat pihak jaksa berhati-hati menangani perkara ini, terlihat dari langsung turun tangannya Kepala Seksi Pidana Umum Kejaksaan Negeri Bandung Irfan Wibowo menjadi Penuntut Umum bagi kedua terdakwa pada sidang perdana yang digelar di Pengadilan Negeri Bandung, Senin (2/12).

Dalam dakwaannya, Ade beserta Wawan mabuk dahulu sebelum melakukan penjambretan terhadap Branch Manager PT Venera Multi Finance tersebut pada 5 Agustus 2013. Sekitar pukul 18.00, Wawan meminta Ade berhenti di rumah di Jalan Setra Indah Utara No 11. Wawan kemudian turun dan menyapa Sisca yang baru turun dari mobilnya lalu serta-merta kabur usai mengambil tas di dalam mobilnya.

Namun, sebelum Ade menjalankan motornya, Sisca sempat merangkul leher dan menempel di punggung Wawan. Wawan sendiri berusaha melepaskan rangkulan sang perempuan dengan cara menyikut, namun Sisca tidak ingin melepaskannya yang membuat Wawan mengeluarkan golok.

Akibat bacokan tersebut, membuat pegangan Sisca melemah dan jatuh di sebelah kiri yang membuat rambutnya tersangkut di rantai motor kedua terdakwa, sehingga sang gadis terseret 200 meter. Setelah motornya terhenti, Wawan langsung memotong rambut Sisca dengan cara menyayat dan meninggalkannya dengan posisi telungkup di jalan, tak sadarkan diri, dan terluka parah.

Karena perbuatan terdakwa, Sisca mengalami luka-luka di tumit kedua kaki, telapak kaki kiri, dahi kanan, dan luka di kepala kiri bagian belakang. Lecet dan memar serta luka-luka di hampir sekujur tubuh.

Jaksa sendiri mengenakan pasal berlapis kepada Wawan dan Ade, yakni Pasal 365 ayat (2) dan (4) KUHP tentang Pencurian Dengan Kekerasan. Pasal 339 KUHP jo. Pasal 55 ayat (1) di mana pembunuhan yang diikuti, kejahatan. Dan subsidair Pasal 338 KUHP tentang perampasan yang menyebabkan kematian orang lain. Dengan pasal-pasal tersebut, keduanya terancam hukuman penjara seumur hidup. (VIL)

Komentar

komentar