Home » Hukum » Usai Menembak, Koptu RBW Berwajah Dingin

Usai Menembak, Koptu RBW Berwajah Dingin

pembunuhanJABARTODAY.COM – BANDUNG

Hingga kini, pelaku penembakan tiga warga sipil yang diduga dilakukan oleh oknum anggota TNI Angkatan Udara dengan, Kopral Satu RBW, di kos-kosan di Gang Narpan, RT 04/04, Kelurahan Situ Saeur, Kecamatan Bojongloa Kidul, belum berhasil ditangkap.

Dari penelusuran di lapangan, usai melakukan penembakan dari pengakuan beberapa warga, RBW keluar dari rumah dengan muka dingin beserta istri sirinya Siti Jubaedah (32) alias Venny alias Ateu.

Akay (25) warga sekitar mengisahkan, bahwa Kopral RBW keluar dari indekos sekitar pukul 5.10 WIB dan terkesan santai seperti tidak terjadi apa-apa serta sempat bertemu warga. “Semua lihat pas buka pintu gerbang. Ga buru-buru santai. Motor ada di dalam kosan. Saat keluar pun sempat menyalakan motor,” katanya saat ditemui, Rabu (8/10).

Sikap dingin RBW digambarkan oleh Siti Rohaeti (39), pemilik indekos dan saksi mata ini menyebut, usai melakukan penembakan terhadap tiga korbannya, setelah awalnya bersikap arogan, saat terakhir Kopral RBW berbicara dingin.

“Awalnya marah-marah. Siapa yang mengacak-ngacak sepatu saya saat itu saya denger. Namun saat pergi, Tina menceritakan Abang (Kopral RBW) berbicara kepada Mumung Supriatana, Bangun Kak (Mumung). Siapa yang mengacak sepatu saya. Coba lihat, rak sepatu berantakan. Berdiri sini Kak, kamu kuat. Lihat sini,” ucapnya.

Siti menegaskan penyebab penembakan akibat rak sepatu berantakan yang membuat Kopral Satu (Koptu) RBW murka dan menjadi moti penembakan.

“Sebenernya rak sudah rusak. Rak itu tingginya 1,5 meter empat tingkat dan dibikin jadi delapan tingkat, kelebihan beban rusaknya. Saat sebelum kejadian sekitar pukul 02.00 WIB sempet jatuh dan saya benerin. Sepertinya ya jatuh lagi. Orang yang dikamar (Tina, Ele, Ade, Mumung) dituduh jatuhin rak berisi sepatu Abang,” paparnya.

Dirinya tidak menyangka hal tersebut yang menjadi pemicu penembakan, padahal RBW terkenal sopan dan ramah kepada dirinya dan warga. “Saya ga nyangka kok jadi gini? Ya akibatnya trauma di sini, terutama anak saya,” pungkasnya. (VIL)

Komentar

komentar

Leave a Reply

Your email address will not be published.