Home » Headline » Komandan Nekat dan Lurah Muncul di Sidang Bansos

Komandan Nekat dan Lurah Muncul di Sidang Bansos

(GAMBAR ILUSTRASI: ISTIMEWA)

(GAMBAR ILUSTRASI: ISTIMEWA)

JABARTODAY.COM – BANDUNG

Pelaku korupsi semakin pintar mengakali para penegak hukum dengan menggunakan istilah-istilah unik, lucu, kalau tidak mau disebut aneh. Itu juga terjadi dalam persidangan dugaan suap hakim terkait perkara Dana Bantuan Sosial Kota Bandung di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Bandung, Kamis (3/10).

Saat Jaksa Penuntut Umum di Komisi Pemberantasan Korupsi memperdengarkan rekaman pembicaraan antara mantan Wali Kota Bandung Dada Rosada, Toto Hutagalung, mantan Kepala Badan Keuangan dan Pengelola Aset Daerah Kota Bandung Herry Nurhayat, ada julukan terlontar untuk hakim Setyabudi Tedjocahyono, yakni Komandan Nekat.

Beberapa kali, saat Toto berkomunikasi dengan Dada, kata itu muncul yang merujuk kepada mantan Wakil Ketua Pengadilan Negeri Bandung tersebut. Tidak hanya Setyabudi, mantan Ketua Pengadilan Tinggi Bandung Sareh Wiyono pun memiliki nama alias, yakni Lurah. Julukan tersebut dicetuskan oleh Toto agar tidak ketahuan, bila nantinya tersadap.

Tak hanya itu, banyak kata-kata aneh keluar dari rekaman telepon, blackberry messenger, juga pesan singkat yang diperlihatkan secara gamblang oleh KPK di depan pengunjung sidang. Kata-kata itu seperti, “buku” yang merujuk uang jutaan rupiah, “meter” untuk nominal miliaran rupiah. (VIL)

Komentar

komentar

Leave a Reply

Your email address will not be published.