Home » Headline » Kadispenda Jabar Menyerahkan Diri

Kadispenda Jabar Menyerahkan Diri

bambang heryantoJABARTODAY.COM – BANDUNG

Sempat akan mendatangi Kejaksaan Tinggi Jawa Barat, Kepala Dinas Pendapatan Daerah Jawa Barat, Bambang Heryanto, akhirnya menyerahkan diri ke pihak eksekutor dari Kejaksaan Negeri Subang, Selasa (1/10).

Kepala Seksi Penerangan Hukum Kejati Jabar, Koswara, menyebut, Bambang mendatangi Lembaga Pemasyarakatan Sukamiskin pada pukul 17.30 didampingi kuasa hukumnya. “Tadi yang bersangkutan telah menunggu di Lapas dan menemui tim eksekutor di sana,” ujar Koswara di kantor Kejati Jabar, Selasa sore.

Sebelumnya, Kepala Kejati Jabar, P. Joko Subagyo, menyampaikan, pihaknya telah menempatkan tim eksekutor di beberapa titik, termasuk Sukamiskin. “Di mana yang bersangkutan ingin bertemu, kami telah menempatkan orang di beberapa titik,” ucap Joko.

Ini adalah panggilan kedua untuk Bambang dari Kejari Subang. Pada panggilan pertama dirinya urung hadir, karena sedang menyiapkan pernikahan anaknya. Kejari Subang sendiri melakukan eksekusi berdasarkan putusan Mahkamah Agung.

Kasus terjadi saat Bambang menjabat Sekda Kabupaten Subang. Dirinya sempat divonis bebas dalam Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Bandung atas kasus dugaan korupsi duit biaya pemungutan Pajak Bumi Dan Bangunan Subang tahun 2005-2008 dengan total kerugian negara Rp 14,29 miliar. Kasus itu juga menjerat Bupati Subang kala itu, Eep Hidayat.

Namun jaksa mengajukan kasasi atas putusan bebas tersebut. Dan MA mengabulkan kasasi jaksa yang tertuang dalam surat bernomor 1076/PanPidsus/1638K/Pidsus/2012 dan diterima Pengadilan Negeri Bandung pada September 2013.

Putusan MA itu menetapkan Bambang harus menjalani hukuman penjara selama dua tahun dan membayar denda Rp 50 juta dengan ketentuan jika tidak bisa membayar, diganti penjara 2 bulan.

Selain itu, Bambang juga harus mengembalikan uang kepada negara sebesar Rp 913.144.250. Uang itu sudah terlanjur diterimanya sebagai insentif atau tambahan penghasilan di luar gaji dirinya. (VIL) 

Komentar

komentar