Home » Hukum » Polda Akan Terus Dalami Kasus Bidan T

Polda Akan Terus Dalami Kasus Bidan T

Ketua Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Provinsi Jabar, Netty Heryawan, menggendong salah satu bayi yang dijual bidan T, Jumat (20/9). Polda Jabar akan terus mendalami kasus ini.

Ketua Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Provinsi Jabar, Netty Heryawan, menggendong salah satu bayi yang dijual bidan T, Jumat (20/9). Polda Jabar akan terus mendalami kasus ini.

JABARTODAY.COM – BANDUNG

Kasus Bidan TMH (54) yang tega menjual bayi-bayi tak berdosa terus bergulir di kepolisian. Hingga kini, tim penyidik Unit Perlindungan Perempuan dan Anak Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Jawa Barat telah memeriksa delapan orang saksi.

Kedelapan saksi adalah para pegawai T, termasuk suami dan keluarga tersangka. Bidan T sendiri membuka praktek di kawasan Jalan Desa Cipadung No 14, RT 03/05, Kelurahan Cipadung, Kecamatan Cibiru.

“Kedelapan orang saksi yang telah diperiksa tersebut antara lain adalah pihak keluarga dari TM dan juga para pegawai di lingkungan tempat bidan TM berpraktek, kami terus mendalami kasus ini,” ujar Kepala Bidang Humas Polda Jabar, Komisaris Besar Martinus Sitompul, di Mapolda Jabar.

Dari Martinus diketahui, bahwa bidan T yang tercatat sebagai pegawai negeri sipil di Dinas Kesehatan Kota Bandung sudah memulai praktek tidak manusiawi ini sejak tahun 2011 lalu dengan motif yang berbeda-beda.

“Jadi, bayi yang dijual itu ada yang karena tidak diharapkan orang tuanya, dan ada juga yang mulainya hanya dititipkan karena alasan keterbatasan ekonomi,” tambah Martin.

Setidaknya, enam orang bayi sudah dijual bidan T. Sedangkan bayi ketujuh yang juga akan dijual bidan T berhasil diselamatkan tim penyidik Unit PPA Polda Jabar yang menyamar sebagai calon pembeli bayi laki-laki tersebut, sayang saat mendatangi tempat praktek bidan T, orang tua bayi sudah tidak di tempat.

“Terbongkarnya kasus ini berawal dari laporan masyarakat yang curiga terhadap bidan TM. Penyidik yang menyamar datang langsung, proses transaksi berlangsung hingga mencapai kesepakatan bayi yang baru berusia delapan jam itu dijual 7 juta rupiah,” paparnya.

Martin menegaskan, polisi akan melakukan pengembangan dari penemuan kasus ini dengan mencari tahu siapa orang tua kandung dan pembeli bayi-bayi yang sudah dijual bidan T sebelumnya. Tak hanya itu, pihaknya akan memastikan apakah bidan T juga melakukan praktek aborsi.

Sementara untuk status kepegawaiannya dan izin prakteknya, akan menjadi wewenang Dinas Kesehatan yang menaungi bidan T. Sedangkan untuk nasib bayi laki-laki yang belum punya nama itu, sudah diserahkan ke Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Provinsi Jabar. (VIL)

Komentar

komentar