Home » Headline » Terpasang Infus, Mantan Kepala Dinas Jalani Persidangan

Terpasang Infus, Mantan Kepala Dinas Jalani Persidangan

Penjaga tahanan melihat mantan Kepala DBMP Kabupaten Bogor, Helmi Gustian, terkulai lemah di Ruang Sidang III Pengadilan Negeri Bandung, Rabu (11/9). Helmi sendiri diduga melakukan korupsi saat masih menjabat sebagai kadis. (JABARTODAY/AVILA DWIPUTRA)

Penjaga tahanan melihat mantan Kepala DBMP Kabupaten Bogor, Helmi Gustian, terkulai lemah di Ruang Sidang III Pengadilan Negeri Bandung, Rabu (11/9). Helmi sendiri diduga melakukan korupsi saat masih menjabat sebagai kadis. (JABARTODAY/AVILA DWIPUTRA)

JABARTODAY.COM – BANDUNG

Masih tidak berdaya pun, seorang terdakwa korupsi harus tetap menjalani sidang. Hal itu dialami mantan Kepala Dinas Bina Marga dan Pengairan Kabupaten Bogor, Helmi Gustian, yang harus menghadapi meja hijau akibat perbuatan yang dilakukannya.

Rabu (11/9) ini, Helmi semestinya mendengarkan dakwaan jaksa atas kasus yang menimpanya. Namun, disebabkan dirinya sakit, sidang pun ditunda oleh majelis hakim yang diketuai Syamsudin. Demi memenuhi panggilan sidang, Helmi pun diboyong ke Ruang Sidang III Pengadilan Negeri Bandung masih menggunakan infus dan tempat tidur.

Jaksa Penuntut Umum Kejaksaan Tinggi Jawa Barat, Apriliana Purba, sempat membuncah emosinya dan bersitegang dengan hakim, mengingat sidang yang telah mengalami penundaan selama 2 kali. Padahal, tim dokter sendiri sudah mengizinkan terdakwa untuk hadir, karena kondisinya yang cukup sehat. Ternyata, saat dihadirkan dalam persidangan tensi darahnya naik. Bahkan, Apriliana sempat memeriksa sendiri kondisi Helmi untuk memastikan.

“Baru dua kali (ditunda). Ya, tadi katanya sehat, makanya sidang dilanjut. Ternyata tensinya naik, mau gimana lagi,” ujar April usai sidang.

Melihat keadaan seperti itu, tidak ada cara lain bagi hakim, kecuali menunda pembacaan dakwaan terhadap mantan pejabat publik tersebut. Penasehat hukum terdakwa sendiri enggan berkomentar dan terburu-buru meninggalkan pengadilan.

Kasus bermula saat Helmi menjabat Kepala Dinas Bina Marga dan Pengairan Kabupaten Bogor pada 2011. Helmi diduga melakukan pemerasan kepada sejumlah pengusaha untuk melancarkan proyek di DBMP Kabupaten Bogor yang nilainya mencapai Rp 16 miliar. Uang itu diduga untuk disalurkan kepada pejabat dan atasannya di Pemerintahan Kabupaten Bogor agar proyek DBMP Kabupaten Bogor bisa dikerjakan para pengusaha yang patungan. (VIL)

Komentar

komentar