Home » Headline » Mantan Kepala DAOP IV Dihukum 14 Bulan Penjara

Mantan Kepala DAOP IV Dihukum 14 Bulan Penjara

Mantan Kepala DAOP IV PT KAI, Arief Wahyudi, mendengarkan putusan hakim Pengadilan Tipikor Bandung, Rabu (11/9). Arief beserta kedua rekanannya terbukti bersalah melakukan mark-up pembelian genset. (JABARTODAY/AVILA DWIPUTRA)

Mantan Kepala DAOP IV PT KAI, Arief Wahyudi, mendengarkan putusan hakim Pengadilan Tipikor Bandung, Rabu (11/9). Arief beserta kedua rekanannya terbukti bersalah melakukan mark-up pembelian genset. (JABARTODAY/AVILA DWIPUTRA)

JABARTODAY.COM – BANDUNG

Terbukti melakukan tindak pidana korupsi dengan menyalahgunakan wewenang yang dimilikinya, mantan Kepala Daerah Operasi IV Semarang PT Kereta Api Indonesia, Arief Wahyudi, divonis penjara selama 14 bulan oleh majelis hakim Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Bandung.

Dalam putusannya, Arief terbukti melakukan tindak pidana yang diatur dalam Pasal 3 jo. Pasal 9 ayat (1) jo. Pasal 18 huruf b UU No 31/1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo. Pasal 55 KUHP yang ada di dalam dakwaan subsider jaksa penuntut umum.

“Menjatuhkan pidana kepada terdakwa penjara selama 1 tahun 2 bulan serta denda 50 juta rupiah yang bila tidak dibayar diganti dengan hukuman kurungan selama 3 bulan,” ucap Hakim Ketua, Sinung Hermawan, dalam pembacaan vonisnya di Ruang Sidang I Pengadilan Negeri Bandung, Rabu (11/9).

Vonis ini sendiri lebih ringan 5 bulan dari tuntutan jaksa, hakim beranggapan terdakwa mengakui kesalahannya dan telah mengembalikan kerugian negara sebesar Rp 3.007.200.000, yang menjadi faktor peringan hukumannya. Atas putusan tersebut, Arief dan penasehat hukumnya mengajukan pikir-pikir, sama halnya dengan jaksa.

Perkara terjadi saat Arief menjabat sebagai Kepala Bidang Sarana PT KAI di tahun 2008-2009. Ketika itu, PT KAI berencana membeli 8 unit genset 500 kVa dengan anggaran Rp 6,9 miliar.

Arief lalu bekerjasama dengan dua pengusaha Margan Salum dan Julius Marangkap Parulian Aritonang, yang juga menjadi terdakwa, mengajukan genset sesuai dengan kebutuhan PT KAI.

Harga yang diajukan Rp 1,49 miliar/unit. Karena tak sesuai pagu anggaran, PT KAI hanya dapat membeli 5 genset yang harga totalnya Rp 2,549 miliar lebih mahal. Akibatnya negara dirugikan sekitar Rp 2,5 miliar.

Hukuman yang sama juga dijatuhkan kepada Julius dan Salum, yakni 14 bulan penjara juga denda Rp 50 juta. Namun, berbeda dengan Arief yang pikir-pikir, keduanya menerima putusan tersebut. (VIL)

Komentar

komentar