Home » Headline » Baru Didakwa, Terdakwa Korupsi PT Telkom Langsung Hadapi Tuntutan

Baru Didakwa, Terdakwa Korupsi PT Telkom Langsung Hadapi Tuntutan

Aksi korupsi. (ILUSTRASI)

Aksi korupsi. (ILUSTRASI)

JABARTODAY.COM – BANDUNG

Sidang dugaan korupsi pengadaan barang dan jasa yang melibatkan Senior Officer Promotion Plan and Brand di Promotion Directorat Consumer PT Telekomunikasi Indonesia Tbk., Prabowo Siswowihardjo, di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Bandung, berlangsung dengan cepat.

Senin (16/9) mendatang, sidang sendiri akan membacakan tuntutan bagi terdakwa, padahal dakwaan sendiri baru dibacakan pada Senin (2/9) lalu. Persidangan hari ini pun berjalan marathon, majelis hakim melakukan pemeriksaan terhadap 2 saksi dan terdakwa.

Alasan peradilan berlangsung cepat, dikarenakan terdakwa mengakui kesalahan dan telah mengembalikan kerugian negara sebesar Rp 577.075.000. Terdakwa sendiri tidak pernah ditahan oleh pihak Kejaksaan Negeri Bandung.

Meski majelis hakim memiliki wewenang untuk menahan terdakwa, Hakim Ketua Nurhakim memiliki jawabannya menanggapi hal tersebut. “Sepanjang (terdakwa) masih kooperatif, tidak akan ditahan. Penahanan kan melihat situasi,” ujarnya usai sidang, Senin (9/9).

Dalam dakwaan yang dibacakan jaksa, Prabowo beserta Hery Suseno telah melakukan perbuatan melawan hukum, yakni memperkaya diri sendiri atau orang lain atau suatu korporasi yang merugikan keuangan negara.

Di dalam berkas tertuang, bahwa di Rencana Kegiatan Anggaran Pendapatan Subdit Marketing Direktorat Consumer PT Telkom kantor pusat Jakarta terdapat anggaran yang jumlahnya mencapai sekitar Rp 108 miliar. Sesuai dengan Keputusan Direksi PT Telkom nomor KD/HK240/COP-A011000/2009 tentang penetapan pengelolaan logistik dan KR-01/HK240/COP-A001000/2011 tentang perubahan pertama atas pedoman pelaksanaan pengadaan di PT Telkom terdapat proses pembelian langsung melalui mekanisme cash & carry sampai dengan Rp 25 juta.

Karena didorong kebutuhan dana tunai untuk kepentingan pribadi, sosial, dan hiburan para karyawan pada Subdit Direktorat Consumer, Prabowo melakukan pembicaraan dengan, pemilik perusahaan mitra yang ditunjuk langsung Prabowo, PT Dimensi Jaya Perkasa, PT Cahaya Harmoni dan CV Tri Utama Jaya, Hery Suseno, untuk merencanakan pengembalian uang atau cash back atas nota pesanan yang dibuat terdakwa.

Hery menyanggupi dan meminta imbalan 5% dari total transaksi yang masuk ke rekeningnya. Karena uang pembayaran dari PT Telkom akan diberikan tunai, maka Hery dibebaskan melaksanakan pekerjaan pengadaan barang sesuai nota pesanan. Kemudian, Prabowo membuat justifikasi yang harusnya dilakukan user dan menandatangani nota dengan memalsukan tanda tangan Assistant Vice President, Jemy V. Confido, Fadjrul Falah, dan Mustakim Wahyudi sejak 2011-2013.

Akibat perbuatan yang dilakukan Prabowo, negara dirugikan Rp 577.075.000, dengan rincian Rp 535.604.625 untuk Prabowo dan Rp 41.470.375 untuk Hery.

Terdakwa diancam Pasal 2 ayat (1) jo. Pasal 18 UU dalam dakwaan primer. Lalu Pasal 3 jo. Pasal 18 No 31/1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo. Pasal 64 KUHP di dakwaan subsidair. Serta Pasal 9 jo. Pasal 18 No 31/1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo. Pasal 64 KUHP di lebih subsidair. (VIL)

Komentar

komentar

Leave a Reply

Your email address will not be published.