Home » Hukum » Polisi Hati-hati Tangani Kasus Surat Perintah Ritual Seks Bebas

Polisi Hati-hati Tangani Kasus Surat Perintah Ritual Seks Bebas

Kepala Perpustakaan dan Arsip Daerah Kota Bandung Muhammad Anwar memperlihatkan surat laporan ke polisi soal pemalsuan surat perintah ritual seks, Rabu (29/5). (JABARTODAY/AVILA DWIPUTRA)

Kepala Perpustakaan dan Arsip Daerah Kota Bandung Muhammad Anwar memperlihatkan surat laporan ke polisi soal pemalsuan surat perintah ritual seks, Rabu (29/5). (JABARTODAY/AVILA DWIPUTRA)

JABARTODAY.COM – BANDUNG

Pihak kepolisian hingga kini masih melakukan penyelidikan terhadap kasus surat perintah melakukan ritual seks bebas di lingkungan Perpustakaan dan Arsip Daerah Kota Bandung dengan memeriksa 3 orang saksi.

Kepala Polrestabes Bandung, Komisaris Besar Abdul Rakhman Baso, mengatakan, pihaknya kini sudah memeriksa 3 orang saksi atas kasus tersebut pada Rabu (29/5) lalu.

“Yang diperiksa yaitu pelapor (Muhammad Anwar) dan dua orang stafnya,” jelasnya saat ditemui usai gelar pasukan Operasi Praja Pakuan 2013 di Lapangan Gasibu, Jalan Dipenogoro, Kamis (30/5).

Selain itu, lanjutnya, nantinya pihak Polrestabes Bandung pun akan memeriksa staf yang namanya terdapat dalam daftar surat perintah ritual seks bebas tersebut.

“Kita harus hati-hati dalam penanganan kasus ini, jangan sampai ada upaya untuk membuat suasana menjadi tidak kondusif, lantaran beredarnya isu sekte tersebut masih belum bisa dipastikan kebenarannya,” tutur Rakhman.

Pihaknya, ungkap Rakhman, telah melakukan pengecekan ke lapangan dan tidak ditemukan fakta materiil seperti yang tertulis di surat serta pemberi informasi.

“Makanya kita berusaha melihat kebenarannya, apa benar atau tidak. Jangan sampai tidak ada seperti itu tapi di blow-up,” imbuhnya.

Disinggung perihal surat perintah ritual seks sendiri, diutarakan Rakhman, pihaknya sudah memastikan bahwa surat tersebut palsu dan akan menyelidiki pelaku yang telah membuatnya.

“Surat tersebut palsu, kita sudah melakukan pengecekan dan klarifikasi kepada yang bersangkutan. Kita tidak perlu mengecek kepada ahlinya,” tandasnya.

Sebelumnya ditemukan Surat Perintah bernomor 041/019-C-Kapuserda dan ditandatangani Kepala Perpustakaan dan Arsip Daerah Bandung, Dr H Muhammad Anwar, MSi yang ditujukan kepada karyawan dan karyawati di lingkungan Kantor Perpustakaan dan Arsip Daerah Kota Bandung.

Tujuan surat adalah untuk melaksanakan tugas mengikuti ritual seks bebas di dalam misa hitam sesuai dengan jadwal dan lokasi yang telah ditentukan kalender ritual 2013. Tak dijelaskan maksud misa hitam dan detail jadwal dan lokasi.

Selanjutnya, ada tiga hal dalam poin keterangan:

1. Ritual ini atas ijin gembala sidang Gereja XX dalam misa hitam yang diadakan pada saat-saat tertentu.
2. Dokumen Pelaksana Anggaran (DPA) Kantor Perpustakaan dan Arsip Daerah Kota Bandung No DPA 1.24.01.01.08.52 tanggal 1 Januari 2013.
3. Untuk kepentingan pribadi dan sangat rahasia.

Di akhir surat terdapat penegasan, perintah itu harus dilaksanakan dan dilaporkan ke Kepala Perpustakaan dan Arsip Daerah dan gembala Gereja XX. Ditetapkan di Bandung pada tanggal 31 Januari 2013.

Di lampiran, ada 10 nama yang disebutkan lengkap dengan Nomor Induk Pegawai (NIP), jabatan, dan pasangan seks bebasnya. Ada satu dokumen yang berupa piagam penghargaan piagam penghargaan terkait ritual itu. Tak disebutkan, apa prestasi peserta ritual berjenis kelamin perempuan itu sehingga layak mendapatkan piagam. (VIL)

Komentar

komentar