Home » Hukum » Polisi Masih Cari Petugas Pengamanan ATM

Polisi Masih Cari Petugas Pengamanan ATM

Mobil pengangkut uang yang dirampok diamankan oleh pihak Polrestabes Bandung

Mobil pengangkut uang yang dirampok diamankan oleh pihak Polrestabes Bandung

JABARTODAY.COM – BANDUNG

Pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan kasus dan mencari keberadaan petugas pengamanan saat pelaku perampokan menggasak uang sebesar Rp 2,990 miliar dalam mobil pengangkut uang ATM milik perusahaan jasa pengamanan Group 4 Securicor (G4S) pada Minggu (28/4) dinihari lalu.

Saat pengisian uang untuk ATM sendiri dalam mobil terdapat 3 orang, yakni Dl, sopir mobil, Dnn yang merupakan teknisi, serta salah seorang petugas keamanan.

Dl sendiri dibuang setelah sebelumnya disekap di daerah Saguling, lalu Dnn ditemukan bersama mobil pengisian ATM di daerah Cianjur beserta sisa uang yang tidak terambil oleh kawanan rampok, sedangkan petugas pengamanan sendiri masih belum diketemukan keberadaannya hingga kini.

Kepala Satuan Reserse Kriminal Polrestabes Bandung Ajun Komisaris Besar Trunoyudo Wisnu Andiko mengatakan bahwa kondisi Dl dan Dnn sehat meskipun sempat disekap selama beberapa waktu.

“Dl kakinya melepuh karena berjalan dari daerah Saguling hingga kantor polisi. Dnn ditemukan warga. Sedangkan petugas pengamanan masih kita cari keberadaannya,” katanya saat ditemui di Mapolrestabes Bandung, Senin (29/4).

Ditambahkannya, korban saat disekap dalam kondisi tidak sadar karena mendapat setruman dari stun gun atau alat kejut listrik yang dibawa pelaku.”Korban diikat ditangan dan kaki, serta mulut dan matanya ditutup lakban. Korban sempat beberapa kali sadar, namun begitu sadar disetrum lagi,” ungkapnya.

Pihak kepolisian tidak mau berspekulasi soal keterlibatan orang dalam dalam peristiwa tersebut. Saat ini, disebut Truno, pihaknya masih melakukan penyelidikan lebih lanjut, termasuk mencari petugas pengamanan tersebut.

Truno juga menambahkan, bahwa kawanan rampok yang menjarah uang Rp 2,990 miliar dari mobil pengisian ATM dipastikan mengetahui jadwal pengisian ATM dan sistem interlock sistem kendaraan. Hal tersebut terlihat dari rusaknya jendela mobil sebelah kiri dengan teralis besi menandakan bahwa pelaku paham kendaraan sendiri menggunakan sistem interlock dengan akses 1 pintu. “Kita menduga perampokan ini sudah direncanakan, dengan dugaan pelaku lebih dari satu orang,” tuturnya.

Untuk keperluan penyelidikan, pihaknya telah memeriksa 8 orang saksi terkait kasus ini. “Kita masih memeriksa saksi terkait kasus ini, yaitu 2 orang saksi korban dari pihak securicor,” ucapnya.

Dari pemeriksaan saksi dari pihak perusahaan, imbuh Truno, tidak ditemukan karyawan yang bermasalah. “Tidak ada yang terlibat tindak pidana juga karyawannya,” tandasnya.

Seperti diberitakan, kawanan perampok kembali beraksi di Bandung dan berhasil menggasak uang Rp 2,990 miliar dari dalam mobil pengangkut uang ATM milik perusahaan jasa pengamanan G4S pada Minggu dinihari. Dalam aksinya mereka menggunakan alat kejut listrik atau stun gun dan airsoft gun.

Saat ini, Satuan Reserse Kriminal Polrestabes Bandung dan Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Jawa Barat masih melakukan penyelidikan lebih lanjut. (VIL)

Komentar

komentar