Home » Headline » Pergub Jabar Soal Ahmadiyah Harus Dicabut

Pergub Jabar Soal Ahmadiyah Harus Dicabut

Aksi massa mengutuk Ahmadiyah.

Aksi massa mengutuk Ahmadiyah.

JABARTODAY.COM – BANDUNG

Penyerangan terhadap Ahmadiyah terus terjadi di Jawa Barat. Yang teranyar terjadi di Tasikmalaya. Melihat kondisi tersebut, Forum Solidaritas Ahmadiyah meminta Peraturan Gubernur Jabar No 12/2011 tentang Larangan Kegiatan Jemaat Ahmadiyah di Jawa Barat dicabut.

Forum Solidaritas atas Penyerangan Jamaah Ahmadiyah di Wanasigra dan Singaparna Kabupaten Tasikmalaya terdiri dari sejumlah elemen masyarakat, seperti Lembaga Bantuan Hukum (LBH), Forum Lintas Agama Deklarasi Sancang (FLADS), Aliansi Kerukunan Umat Beragama (Akur), Lingkar Studi Pancasila, juga Institut Perempuan.

“Adanya Pergub itu bukan malah mereda. Justru kejadian intoleransi malah meningkat di Jabar,” keluh Ketua Akur, Asep Hadian Permana, dalam jumpa pers di kantor LBH Bandung, Senin (6/5).

Pergub itu sendiri, disebut Asep, kental dengan kelompok yang selama ini tak senang munculnya Ahmadiyah. Berbekal Pergub itulah, pihak-pihak tertentu yang mengatasnamakan agama, merasa memiliki kekuatan memberangus pengikut ajaran tersebut. “Kami sejak dulu menolak Pergub cacat hukum itu,” tegas Asep.

Direktur LBH Bandung, Arip Yogiawan, menilai persolan agama dan keyakinan itu merupakan domain pemerintah pusat. “LBH Bandung dan LBH Indonesia sudah mengajukan judicial review soal Pergub itu. Kami meminta Mahkamah Agung membatalkan,” ujarnya.

Seperti diberitakan, pada Minggu (5/5) dini hari,  sekelompok massa melakukan penyerangan ke masjid Ahmadiyah di Kampung Babakan Sindang, Desa Cipakat, Kecamatan Singaparna, Kabupaten Tasikmalaya. Dalam penyerangan itu, mereka melakukan pembakaran sejumlah barang seperti sajadah dan kitab yang disimpan dalam masjid. (VIL)

Komentar

komentar