Home » Ekonomi » Ciptakan Iklim Usaha, Bukan Cetak Wirausaha

Ciptakan Iklim Usaha, Bukan Cetak Wirausaha

Kadin JabarJABARTODAY.COM – BANDUNG

Terjadinya pertumbuhan ekonomi menjadi agenda utama pemerintah, mulai level pusat, provinsi, sampai kota-kabupaten. Sejauh ini, pemerintah. termasuk di Jawa Barat, menilai bahwa persentase pelaku wirausaha masih belum berada pada angka ideal, yaitu 2 persen.

Karenanya, tidak heran, jika pemerintah, termasuk Pemerintah Provinsi Jawa Barat menggulirkan berbagai program. Satu diantaranya, mencetak 100 ribu wirausahawan baru.

Menanggapi hal itu, Wakil Ketua Kamar Dagang dan Industri Jabar Bidang Koperasi dan Usaha Mikro, Kecil, Menengah (KUMKM) Iwan Gunawan mengemukakan, pada dasarnya, program Pemprov Jabar itu positif. Akan tetapi, lanjutnya, pemerintah jangan puas hanya karena menggulirkan program pencetakan dan penciptaan 100 ribu wirausahawan baru.

Iwan berpendapat, tugas utama pemerintah bukanlah mencetak atau melahirkan wirausahawan baru berapa pun jumlahnya, melainkan bagaimana menciptakan iklim usaha. “Misalnya, memberi insentif dan berbagai kemudahan, termasuk perizinan, utamanya, bagi pelaku UMKM,” ujar Iwan, belum lama ini.

Untuk mencetak wirausahawan baru, lanjut Iwan, bukan perkara mudah. Perlu adanya campur tangan dan sinergitas seluruh stake holder. Umpamanya, jelas Iwan, beri kemudahan bagi pelaku usaha pemula yang bergerak dalam bidang makanan kemasan dalam hal sertifikat PIRT (Produk Industri Rumah Tangga) dan halal. Artinya, jelas Iwan, bagaimana dan sejauh mana pemerintah, melalui dinas kesehatan (dinkes) kota-kabupaten memberi kemudahan bagi pelaku tersebut untuk mengantungi sertifikat PIRT.

Contoh lainnya, tambah dia, dalam hal skema pembiayaan. Untuk yang satu ini, imbuh Iwan, pemerintah tidak hanya cukup menggulirkan program kredit ringan, tetapi juga kemudahan akses pembiayaannya. Juga termasuk pendampingan supaya usahanya berkembang, yang semula mikro, menjadi kecil, dan seterusnya.

“Monitor perkembangannya. Jika stagnan, cari tahu penyebabnya. Misalnya, kelemahannya dalam hal pencatatan keuangan, kemasan, promosi, jaringan pasar, idealnya, pemerintah pun pro-aktif membantu para pelaku UMKM yang mengalami atau memiliki kelemahan tersebut,” paparnya.

Agar wirausaha berkembang, Iwan menambahkan, juga perlu adanya campur tangan dunia pendidikan. Umpamanya, jelas dia, perguruan tinggi (PT), termasuk pemerintah Jabar, menyusun kurikulum untuk mengembangkan dunia kewirausahaan, termasuk mengembangkan mentalitasnya. Apabila sinergitas ditambah iklim usaha tercipta, Iwan mengaku optimis bahwa dunia usaha di Jabar dapat jauh lebih berkembang dan berdaya saing. (ADR)

Komentar

komentar

Leave a Reply

Your email address will not be published.