Home » Ekonomi » KA Dapat Jadi Transportasi Utama Logistik Pangan

KA Dapat Jadi Transportasi Utama Logistik Pangan

kereta-apiJABARTODAY.COM – BANDUNG

Ketersediaan sarana transportasi yang mumpuni dapat berefek positif pada pergerakan dan pertumbuhan ekonomi. Menurut Kepala Bank Indonesia Kantor Wilayah VI Jawa Barat-Banten Dian Ediana Rae kurang mumpuninya sarana transportasi dapat menghambat sistem kelancaran pendistribusian barang, termasuk produk pangan.

 

“Saat ini, di Indonesia, umumnya, pendistribusian hasil pangan menggunakan transportasi darat yaitu melalui jalan raya. Sedangkan sarana infrastruktur jalan raya di Indonesia masih belum memadai. Artinya, ketersediaannya tidak sebanding dengan volume kendaraan. Selain itu, kondisinya pun tidak sedikit yang rusak. Ini dapat menghambat distribusi,” ujar Dian dalam Konferensi Sistem Logistik Pangan Berbasis Transportasi Kereta Api di kantor Bank Indonesia Kantor Wilayah VI Jabar Banten, Rabu (26/3/2014).

Dian mengutarakan, berdasarkan data terbaru, di Jawa, mayoritas pendistribusian menggunakan jalur jalan raya. Persentasenya, sebut dia, sekitar 80 persen. Dilanjutkan, ketidakseimbangan ruas jalan dan volume kendaraan, yang berefek kepadatan serta kemacetan, termasuk kondisi yang rusak, menyebabkan biaya logistik yang tinggi.

 

Dian berpendapat, faktor lain tingginya biaya logistik pun karena regulasi yang tumpang tindih, antara pemerintah pusat dan daerah. Lalu, sambung dia, kelayakan armada. Tidak itu saja, tambahnya, masih lemahnya pemantauan arus barang. “Belum lagi maraknya pungutan,” sahut Dian.

 

Karenanya, Dian berpandangan, perlu adanya sistem distribusi alternatif. Pilihan yang memungkinkan, kata Dian, memaksimalkan potensi angkutan kereta api. Di negara maju, sebut Dian, Amerika contohnya, sejak 2005, sebanyak 650 operator kereta api barang mengangkut 1,5 miliar ton per mil jarak tempuh. Lalu, sambungnya, Rusia, yang sejak 2007, punya 19.700 lokomotif dan 526.900 kereta yang mampu mengangkut 1,3 triliun ton barang per tahun.

 

Deputi Bank Indonesia Ronald Waas menambahkan, negara ini perlu sistem transportasi logistik pertanian dan peternakan yang inovatif. Dia menilai KA adalah angkutan efisien. Namun, lanjut Ronald, agar pemanfaatan KA sebagai sarana transportasi logistik terealisasi, semua kepala daerah harus memiliki kesepahaman.

 

Data-data dari Kementerian Perdagangan. menunjukkan, total biaya logistik pada 2011 mencapai Rp 1,829 triliun. Nilai tertinggi adalah transportasi, sebesar Rp 863 triliun. Sedangkan rasio biaya logistik terhadap biaya penjualan masih cukup tinggi yakni 14,08 persen.

 

Selama periode 2004-2011, transportasi darat, yaitu menggunakan jalan raya, mendominasi angkutan barang nasional. Persentasenya 72,2 persen. Sementara transportasi kereta api hanya 0,51 persen. (ADR)

Komentar

komentar

Leave a Reply

Your email address will not be published.