Home » Ekonomi » Indovision Tidak Ingin Perang Tarif

Indovision Tidak Ingin Perang Tarif

indovisionJABARTODAY.COM – BANDUNG

MNC Sky Vision (Indovision) tidak berkeinginan tanding harga dengan televisi berbayar lainnya yang memberikan harga berlangganan murah kepada masyarakat. Komitmen itu muncul dikarenakan, bila memberi harga murah maka kualitas yang diberikan kepada pelanggan setia mereka akan menurun dan itu yang tidak diinginkan.

“Sebenarnya kompetitor lain sudah menaikkan harga. Apalagi servis kita sangat sesuai dengan apa yg didapatkan. Kita tidak akan menurunkan harga,” tegas Marketing Product & PR Manager PT MNC Sky Vision Tbk, Ramadhani, dalam jumpa pers di Hotel Harris Bandung, Sabtu (15/2/2014).

Menguasai pasar TV berbayar di Indonesia dengan 73% market share, membuat kokoh idealisme yang dicanangkan Indovision. Pihaknya, sambung Ramadhani, lebih memantainance pelanggan lama tanpa mengacuhkan pelanggan baru mereka. “Kita sering melakukan diskon, tiap bulan juga suka ada diskon-diskon tertentu. Jadi kita bukan hanya menarik pelanggan baru, tapi juga me-maintain mereka,” ucapnya.

Saat disinggung soal target pelanggan tahun sekarang, Ramadhani enggan menyebut nilainya secara detail, termasuk keuntungan yang diperoleh Indovision medio tahun lalu. Namun, untuk proyeksi di Jawa Barat, pihaknya mengincar 10 ribu pelanggan baru.

“Bukan hanya di mal-mal saja kita branding, tapi kita juga promosi ke perumahan. Jadi kita menawarkan diri ke calon nasabah ke perumahan-perumahan. Kita akan lebih mudah untuk menjangkau. Dan ada beberapa jaringan yang kita buka,” imbuh Ramadhani.

Mengadakan roadshow ke lima kota besar Indonesia, yakni Jakarta, Bandung, Surabaya, Yogyakarta, dan Pekanbaru, menjadi cara Indovision menarik minat para pelanggan baru. Selain itu, program yang lebih menekankan pada pendidikan dan juga keluarga membuat Indovision tidak takut bersaing dengan kompetitor sejenis, termasuk internet.

“Bisa dilihat kenapa kita mengadakan roadshow di Bandung. Bandung itu pasar terbesar kita setelah Jakarta, baru setelahnya Surabaya dan Medan,” tegas Ramadhani. (VIL)

Komentar

komentar

Leave a Reply

Your email address will not be published.