Home » Ekonomi » Dana Kelola BPJS Naker Rp 150 Triliun

Dana Kelola BPJS Naker Rp 150 Triliun

BPJSJABARTODAY.COM – BANDUNG
Mulai 1 Januari 2014, secara resmi, PT Jamsostek (Persero) bertransformasi menjadi Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan (Naker). Sebelum bertransformasi, lembaga itu menggulirkan empat program, Jaminan Hari Tua (JHT), Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK), Jaminan Kematian (JK), dan Jaminan Pelayanan Kesehatan (JPK).
 
Pasca transformasi, BPJS Naker mengalihkan satu program, yaitu JPK, kepada BPJS Kesehatan, yang sebelumnya bernama PT Askes. Secara otomatis, pihaknya pun mengalihkan tertanggung yang selama ini dikelola PT Jamsostek.
 
Jumlah tertanggung BPJS Naker yang pengelolaannya menjadi kewenangan BPJS Kesehatan, Teguh mengutarakan, jumlahnya tergolong banyak. Totalnya, kata Teguh, sekitar 1,8 juta orang. “Itu tidak hanya peserta, tetapi juga keluarga peserta, seperti isteri atau suami beserta dua anak,” ujar Kepala BPJS Kantor Wilayah Jawa Barat, Teguh Purwanto, di Bandung, Rabu (8/1/2014).
 
Pasca pengalihan satu program itu, dana kelola BPJS Naker pun tidak seperti ketika berwajah PT Jamsostek. “Benar. Itu karena satu program kami alihkan,” tutur Teguh.
 
Teguh mengatakan, pasca menjadi BPJS Naker, pihaknya melakukan pengelolaan dana kepesertaan yang tidak sedikit. Secara total dan nasional, ungkapnya, nilai dana kelola kepesertaan mencapai sekitar Rp 150-160 triliun. “Kontribusi Jabar sekitar 20-22 persen,” ucapnya.
 
Berdasarkan Undang Undang 24/2011, jelas Teguh, pihaknya mengelola dana kepesertaan secara amanah. Artinya, terangnya, dana kelola itu aman. Peruntukannya, lanjut dia, untuk meningkatkan manfaat program bagi seluruh peserta.
 
Berbicara tentang klaim pencairan di Jabar selama 2013, Teguh menyebutkan, hingga November 2013, nilainya sekitar Rp 2,1 triliun. Nilai klaim tertinggi, sambungnya, yaitu pada program JHT, sekitar Rp 1,57 triliun. Sisanya, imbuh dia, yaitu JKK senilai Rp 80 miliar, JK sejumlah Rp 57 miliar, dan JPK sebesar Rp 379 miliar.
 
Menanggapi isu adanya kekhawatiran para peserta berkenaan dengan JHT, Teguh menegaskan, pihaknya menggaransi bahwa dana peserta pada program itu aman. Itu karena, ucap dia, pihaknya memiliki data otentik setiap peserta. “Datanya berdasarkan nomor kepesertaan dan nomor induk karyawan (NIK). Jadi, Insya Allah aman,” seru Teguh.
 
Memang, sahutnya, para peserta dapat mengambil atau mencairkan JHT di mana saja. Akan tetapi, katanya, pengambilannya berdasarkan undang undang yang berlaku. “Syaratnya, peserta yang sudah bekerja selama 5 tahun, tidak lagi bekerja. Kemudian, dilengkapi surat keterangan yang diterbitkan masing-masing perusahaan,” tutup Teguh. (VIL)

Komentar

komentar