Home » Bandung Raya » Tahun Baru Disambut Kenaikan Harga Daging dan Telur Ayam

Tahun Baru Disambut Kenaikan Harga Daging dan Telur Ayam

daging amerikaJABARTODAY.COM – BANDUNG
Publik di Kota Bandung yang hendak merayakan malam pergantian tahun, misalnya, melakukan acara bakar-bakar daging ayam, harus merogoh kocek lebih dalam. Pasalnya, menyongsong Tahun Baru 2014, harga jual daging ayam di beberapa pasar tradisional Kota Kembang mengalami kenaikan.
 
Menurut beberapa pedagang pasar tradisional, tingkat permintaan komoditi itu memang tidak naik siginifikan. Bahkan, bagi sejumlah pedagang, relatif stabil. Akan tetapi, harga jual tingkat bandar tetap naik. Kenaikan terjadi tidak hanya daging ayam ras, tetapi juga daging sapi, domba, termasuk telur ayam ras.
 
Ade, pedagang ayam ras Pasar Kosambi, menuturkan, pada Selasa (31/12), perkiraannya, harga jual daging ayam ras mencapai sekitar Rp 30.000 per kilogram. “Harga normalnya, sekitar Rp 24.000-26.000 per kilogram. Tapi, menjelang Tahun Baru 2014, harganya terus naik. Kemarin, Hari ini (30/12),  harganya Rp 29.000 per kilogram,” ujar Ade, Senin (30/12).
 
Biasanya, lanjut Ade, penjualan daging ayam ras, rata-rata sebanyak 40 kilogram per hari. Prediksinya, kenaikan harga jual itu membuat penjualan pada Selasa tidak naik drastis. Seandainya terjadi kenaikan, persentasenya kecil, sekitar 10 persen.
 
Diakuinya, menjelang Tahun Baru 2014, kondisinya lebih sepi daripada Tahun Baru 2013. Indikatornya, pada H-2, jumlah pengunjung dan konsumen pasar tidak mengalami kenaikan signifikan dan cenderung stagnan.
 
Pedagang daging sapi Pasar Pepetek, Rohmat, mengakui bahwa hingga Senin (30/12), harga jual komoditi itu masih tinggi, yakni berada pada level Rp 100.000 per kilogram untuk bagian paha. Untuk has dalam, harganya lebih mahal, rata-rata Rp 120.000 per kilogram. Namun, tidak seperti daging ayam ras, Rohmat berpandangan, menjelang Tahun Baru 2014, yaitu Selasa, perkiraannya, harga jual daging sapi tidak mengalami kenaikan.
 
Daging domba pun, menjelang Tahun Baru 2014 tergolong mahal. Pedagang daging domba Pasar Andir, Maisaroh, saat ini harga jual daging domba sekitar Rp 100.000 per kilogram. Tidak seperti daging sapi, tuturnya, harga jual daging domba perkiraannya terus naik pada Selasa menjadi Rp 110.000 per kilogram.
 
Mengenai telur ayam ras, harga jual komoditi itu pun turut naik. Pedagang telur ayam ras Pasar Kosambi, Bandi, sejak satu pekan terakhir harga telur ayam negeri naik 3 kali. Sekitar 6 hari lalu, sebut dia, harganya masih Rp 16.000 per kilogram. Pada Minggu (29/12), harganya menjadi Rp 17.000 per kilogram. “Hari ini, kembali naik menjadi Rp 18.000 per kilogram,” sahutnya.
 
Melihat hal itu, ujarnya, tidak tertutup  kemungkinan, pada Selasa (31/12), harga jual telur ayam ras kembali melejit menjadi sekitar Rp 18.500-19.000 per kilogram. “Kami harap, kenaikannya tidak sampai melebihi Rp 20.000 per kilogram. Jika terlalu tinggi naiknya, pengaruhnya kurang baik. Konsumen enggan berbelanja,” tutup Wendi. (VIL)

Komentar

komentar