Home » Bandung Raya » Hujan Deras, Harga Sayuran Bisa Melejit

Hujan Deras, Harga Sayuran Bisa Melejit

cabeJABARTODAY.COM – BANDUNG

Sejak beberapa pekan terakhir, Jawa Barat mengalami curah hujan yang tergolong tinggi. Bagi dunia pertanian, kondisi itu cukup berpengaruh pada volume panen.

“Ini adalah masalah klise. Curah hujan yang tinggi dapat membuat produktivitas komoditi sayur mayur turun karena tidak tertutup kemungkinan mengalami kerusakan,” ujar Ketua DPD Asosiasi Pedagang Komoditi Agro Kabupaten Bandung, Nono S. Sambas, Senin (16/12).

Nono berpendapat, situasi tersebut dapat memicu terjadinya kenaikan harga sejumlah komoditi sayur. Ia menilai sayuran merupakan komoditi yang tergolong paling rentan ketika curah hujan tinggi.

Sejauh ini, tukas Nono, mayoritas petani masih mengandalkan sistem tradisional, yaitu cuaca. Terjadinya pergeseran iklim. meski kecil, efeknya besar bagi produksi pertanian. “Dalam kondisi seperti ini, sangat mungkin, harga jual naik. Tapi barang langka. Akibatnya petani rugi,” lanjutnya.

Mulai naiknya harga jual sayuran diakui beberapa pedagang pasar tradisional. Berdasarkan pantauan, sejumlah komoditi yang harga jualnya naik sejak musim hujan, antara lain tomat, cabai merah tanjung, cabai rawit merah domba, dan cabai keriting merah.

Dadang Irawan, pedagang Pasar Cihaurgeulis Bandung, mencontohkan, tomat harga jualnya naik 50% lebih sejak sepekan terakhir. Saat ini, harga jualnya sekitar Rp 7.000 per kilogram. Sebelumnya, jelas dia, sekitar Rp 4.000 per kilogram.

Tidak hanya tomat, tambahnya, cabai merah tanjung pun mengalami hal yang sama. Bahkan, ungkap Dadang, kenaikan harga jual cabai merah tanjung dan cabai rawit merah domba mencapai 100%, masing-masingmenjadi Rp 40.000 per kilogram.

Meski demikian, kata dia, tidak seluruh komoditi sayuran mengalami kenaikan harga. Beberapa diantaranya, masih tetap stabil. Bahkan, ada pula yang harganya turun.

Dia berpandangan, naiknya sejumlah komoditi sayur itu tidak hanya faktor cuaca. Akan tetapi, lanjut dia, adanya momen Natal dan Tahun Baru. Seperti halnya Idul Fitri, Natal dan Tahun Baru membuat permintaan naik yang efeknya melejitkan harga jual.

Kenaikan harga sayur pun terjadi di Pasar Kosambil. Di pasar itu, harga tomat mencapai Rp 8000 per kilogram. Sebelumnya, harga jualnya Rp 5000 per kilogram. Untuk cabai rawit merah harga jualnya naik menjadi Rp 30.000 per kilogram. Sebelumnya, harganya Rp 25.000-30.000 per kilogram.

Pun dengan cabai merah tanjung, yang kini, harganya naik sekitar Rp 10.000 per kilogram atau menjadi Rp 40.000 per kilogram. Sedangkan cabai merah keriting, harganya juga naik Rp 10.000 per kilogram, yaitu menjadi Rp 35.000 per kilogram. (VIL)        

Komentar

komentar