Home » Ekonomi » Tahun Depan, Datsun Ramaikan Pasar LCGC

Tahun Depan, Datsun Ramaikan Pasar LCGC

Dua model berpose di depan Datsun, Senin (9/12). Datsun kembali meramaikan persaingan otomotif dengan meluncurkan Datsun GO dan GO+ 2014 nanti. (JABARTODAY/AVILA DWIPUTRA)

Dua model berpose di depan Datsun GO+, Senin (9/12). Datsun kembali meramaikan persaingan dunia otomotif dengan meluncurkan Datsun GO dan GO+ 2014 nanti. (JABARTODAY/AVILA DWIPUTRA)

JABARTODAY.COM – BANDUNG

Terbitnya izin pemerintah mengenai peredaran Low Cost Green Car (LCGC) atau kendaraan murah ramah lingkungan memberi peluang bagi industri-industri otomotif. Satu diantaranya, yang vakum selama 30 tahun, Datsun, menjadi industri yang mencoba memanfaatkan hal itu sebagai momentum mereka untuk kembali berkiprah pada dunia otomotif nasional.

“Beberapa waktu lalu, kami mengajukan business proposal kepada Kementerian Perindustrian mengenai produk kami, yaitu Datsun Go+ dan Datsun Go,” ujar Indriani Hadiwidjaya, General Manager Head of Datsun Indonesia, pada Datsun Rising Challenge di Institut Teknologi Nasional, Senin (9/12).

Seperti diutarakan Indriani, rencananya, Datsun mulai resmi merilis dan memasarkan dua produknya itu, tetapi diawali oleh Datsun Go+ pada pertengahan 2014. Selanjutnya, pada sekitar September 2014, pihaknya memasarkan Datsun Go. “Harapannya, pada awal 2014, kami memperoleh titik terang mengenai proposal tersebut,” ucapnya.

Indri, sapaan akrabnya, berpendapat, salah satu alasan mengapa pihaknya memproduksi dan memasarkan Datsun Go+ dan Datsun Go karena pasarnya yang terbuka. Selain itu, lanjutnya, pertumbuhan dunia dan industri otomotif di Indonesia yang cenderung positif, juga menjadi indikatornya.

Agar meraih hasil optimal, imbuh Indri, pihaknya pun melakukan berbagai persiapan. Diantaranya, ungkap dia, menyiapkan produksi. Akan tetapi, Indri mengaku belum dapat menentukan dan memprediksi target penjualan pada tahun depan jika berkaitan dengan ekonomi makro.“Kami, memproduksi Datsun Go+ dan Datsun Go di pabrik milik Nissan, karena memang sudah diambilalih. Lokasinya di Purwakarta. Rencananya, Hingga 2016, kami memproduksi sekitar 200 ribu unit,” cetus Indri.

Mengenai Jabar, Indri berpandangan, tatar Pasundan merupakan pasar potensi. Dia menyatakan, sejauh ini, kontribusi Jabar bagi otomotif nasional cukup besar, sekitar 20-30%. “Kami harap, Jabar dapat meraih kontribusi yang lebih tinggi bagi kami,” sahutnya.

Indri menjelaskan, Datsun Go+ dan Datsun Go merupakan produk pertama mereka sejak 30 tahun terakhir. Produk Datsun yang terakhir, yaitu periode awal 1980-an, Datsun 160. “Harga jualnya tidak melebihi Rp 100 juta dan berkapasitas mesin 1.200 cc. Jadi, melihat hal itu, kami berupaya menjadikan produk kami tersebut termasuk kategori LCGC,”   (VIL)

Komentar

komentar