Home » Ekonomi » e-Channel Jadi Andalan Bank Mandiri

e-Channel Jadi Andalan Bank Mandiri

mandiri tbk.JABARTODAY.COM – BANDUNG

Seiring dengan perkembangan ekonomi global, Bank Indonesia menaikkan suku bunga acuan atau BI Rate menjadi 7,5%. Hal itu dapat berefek pada terjadinya sedikit pelemahan likuiditas kredit. Melihat kondisi itu, PT Bank Mandiri Tbk. menyiapkan berbagai strategi agar kinerja dan performa bisnisnya tetap terjaga pada tahun depan, yang diprediksi berbagai kalangan, terjadi perlambatan pertumbuhan ekonomi.

“Ada hal yang dapat menjadi andalan kami pada tahun depan, yaitu sistem e-channeling atau transaksi secara elektronik,” ujar Vice President of Marketing, Communication, and Promotion Mass Banking Group PT Bank Mandiri Tbk., Endang Astharanti, di Trans Studio Mall Bandung.

Wanita cantik ini meneruskan, karena e-channeling menjadi salah satu tulang punggung, tentu saja, pihaknya melakukan berbagai upaya. Diantaranya, jelas dia, memperkuat infrastruktur. Misalnya, mengembangkan sistem e-banking, SMS banking, penguatan Anjungan Tunai Mandiri (ATM). Bahkan, dalam waktu dekat, Mandiri bersiap mengoperasikan sistem e-money. “Yaitu, e-cash,” cetus Endang.

Menurutnya, faktor lain yang membuat pihaknya mengandalkan sistem transaksi elektronik karena lebih efektif dan efisien. Saat ini, sebutnya, sekita 82% transaksi yang dilakukan para nasabahnya melalui sistem elektronik.

Efek kenaikan itu, lanjutnya, mendukung kinerja lembaga perbankan BUMN tersebut. Efek positifnya, terang dia, terdapat pada peningkatan fee based income. “Setiap tahun selama 10 tahun terakhir, pemanfaatan sistem elektronik terus meningkat 20-25 persen. Artinya, fee based income kami pun naik 20-25 persen. Tahun depan, harapan kami, kondisinya minimal sama dengan tahun ini,” kata Endang.

Dasar pengembangan e-channeling itu, sambungnya, tidak hanya di dalam negeri, tetapi juga mancanegara. Pihaknya, sahut Endang, melakukan pengembangan itu di beberapa negara. Antara lain, Hong Kong, Singapura, Arab Saudi, Cina, Malaysia, dan beberapa negara lainnya. “Jika di Cina, nasabah kami yang melakukan penarikan melalui ATM, uang yang diterimanya adalah Yuan. DI Hong Kong, yaitu Dollar Hong Kong. Pun dengan di Arab Saudi, yaitu mata uang negara tersebut,” paparnya.

Mengenai nilai investasi, Endang tidak dapat menyebutkannya secara spesifik. Meski demikian, tambahnya, prediksinya, nilai Capital Expanditur (CAPEX) untuk pengembangan infrastruktur e-channeling dapat mencapai puluhan miliar rupiah. “Tahun depan, kami membangun sistem itu secara lebih terintegrasi,” tutupnya. (VIL)

Komentar

komentar

Leave a Reply

Your email address will not be published.