Home » Ekonomi » Pemerintah Siap Kembangkan Kawasan Industri Baru

Pemerintah Siap Kembangkan Kawasan Industri Baru

Menperin-MS-Hidayat-JABARTODAY.COM – BANDUNG

Secara geografis dan ekonomi, Jawa Barat memiliki banyak keunggulan. Dari segi geografis sangat strategis karena memiliki jarak yang relatif dekat dengan pusat ekonomi dan pembangunan nasional, yakni DKI Jakarta. Secara otomatis, hal itu berefek positif pada roda ekonomi.

Namun, seiring dengan perkembangan pasar bebas, ditambah oleh segera bergulirnya ASEAN Economic Community pada akhir 2015, Jabar perlu melakukan berbagai hal sehingga dapat memiliki daya saing yang lebih kuat. “Potensi Jabar sangat besar. Karenanya, pemerintah pusat memiliki beberapa strategi pembangunan di Jabar guna mendukung ekonomi nasional,” ujar Menteri Perindustrian RI MS Hidayat, pada seminar Akselerasi Pembangunan Industri di Jawa Barat Untuk Mendorong Pertumbuhan Ekonomi Nasional di Hotel Grand Pasundan, Jumat (29/11).

Menurutnya, Jabar memerlukan upaya-upaya akselerasi pembangunan ekonomi. Akselerasi itu, ucapnya, dapat berkontribusi positif bagi roda ekonomi, tidak hanya Jabar, tetapi juga nasional, termasuk penciptaan lapangan kerja, meningkatkan pendapatan per kapita.

Meski begitu, lanjut Hidayat, akselerasi pembangunan di Jabar perlu peran pemerintah, mulai pusat, provinsi, sampai kota-kabupaten, tidak hanya bergantung pada mekanisme pasar. Ia menyatakan, setidaknya, ada 5 strategi dalam mempercepat akselerasi pembangunan di Jabar.

 

Pertama, sebutnya, mengembangkan pusat-pusat ekonomi baru. Misalnya, terang dia, revitalisasi kawasan industri di Bekasi, Karawang, dan Purwakarta. Kemudian, mengembangkan kawasan industri di wilayah Ciayumajakuning (Cirebon-Indramayu-Majalengka-Kuningan), yang peruntukannya bagi sektor tekstil, kawasan industri Subang sebagai pendukung Karawang, kawasan industri di Sukabumi, dan Jabar Selatan.

Kedua, tambah Hidayat, membangun sistem logistik yang efektif dan efisien melalui pembangunan infrastruktur. “Seperti pelabuhan Cilamaya di Karawang, Bandara Internasional Jawa Barat di Kertajati Majalengka, dan sejumlah ruas tol.

Strategi berikutnya, imbuh Hidayat, mengembangkan teknologi dan sumber daya manusia. “Dua strategi lainnya, yaitu meningkatkan daya saing kota-kabupaten dan reformasi birokrasi agar mendukung investasi dan pengembangan usaha supaya pasar domestik lebih terintegrasi,” papar mantan Ketua Real Estate Indonesia itu.

 

Tahun depan, seperti diutarakan Menteri, pemerintah pusat mendukung pembangunan Jabar. Bentuknya berupa fasilitasi penyusunan masterplan pengembangan Jabar bagian timur, termasuk kawasan Ciayumajakuning. (VIL)

Komentar

komentar

Leave a Reply

Your email address will not be published.