Home » Ekonomi » Diprediksi Banyak Industri Ajukan Penangguhan UMK

Diprediksi Banyak Industri Ajukan Penangguhan UMK

hening-widiatmoko-JABARTODAY.COM – BANDUNG

Beberapa waktu lalu, Gubernur Jawa Barat menetapkan putusan kenaikan upah minimum kabupaten/kota (UMK) 2014. Rata-rata, kenaikan UMK sekitar 10-25%. Bagi kalangan industri, putusan kenaikan UMK itu cukup memberatkan.

Melihat kondisi itu, Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Jawa Barat Hening Widiatmoko memperkirakan, perusahaan yang mengajukan permohonan penangguhan kenaikan UMK 2014 cukup banyak. “Akan tetapi, sampai sejauh ini, kami belum menerima informasi adanya pengajuan penangguhan UMK 2014 secara resmi,” ujar Widi, saat dihubungi di Bandung, Rabu (27/11).

Widi menjelaskan, berdasarkan Keputusan Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Kepmenakertrans) No 231/2004 tentang Penangguhan UMK, Dewan Pengupahan Provinsi harus menerima berkas pengajuan penangguhan kenaikan UMK  paling lambat pada H-10 pemberlakuan UMK baru. Ini berarti, jelas Widi, jika UMK 2014 berlaku pada 1 Januari 2014, Dewan Pengupahan Provinsi Jabar harus sudah menerima berkas tersebut pada 21 Desember 2013.

Ia melanjutkan, setelah menerima berkas pengajuan penangguhan itu, Dewan Pengupahan Provinsi Jabar melakukan berbagai proses. Antara lain, sebutnya, pemeriksaan dokumen, yang berisi adanya persetujuan pekerja pada perusahaan bersangkutan. Selain itu, sambung Widi, juga disertai keterangan dan berkas audit yang dilakukan akuntan publik selama 2 tahun terakhir. “Tidak itu saja, juga ada verifikasi lapangan,” tambah Widi.

Setelah melalui berbagai proses, pemerintah provinsi, melalui gubernur menerbitkan surat keputusan yang isinya dapat berupa menyetujui penangguhan atau menolak penangguhan. “Surat Keputusan Gubernur mengenai penangguhan itu terbit 1 bulan pasca batas akhir penyerahan pengajuan penangguhan. Artinya gubernur menetapkan SK penangguhan UMK pada 20 Januari 2014,” tandas Widi. (VIL)

 

Komentar

komentar