Agar Lebih Berkembang, Industri Agro Butuh Ini

(jabartoday.com/net)

JABARTODAY.COM – BANDUNG — Saat ini, kondisi industri nasional, khususnya Jabar, masuk katagori lampu kuning. Itu terjadi sebagai efek ekonomi global, termasuk depresiasi rupiah.

Belum lama ini, Badan Pengurus Provinsi (BPP) Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Jabar mengabarkan bahwa akhir 2018, sekitar 30 persen industri di Tatar Pasundan stop beroperasi. BPP Apindo Jabar menilai industri agro masih punya peluang untuk berkembang bahkan menembus pasar ekspor lebih luas.

Menanggapi hal itu, pengamat ekonomi Universitas Padjadjaran, Aldrin Herwany, menyatakan, industri agro memang punya peluang. “Tapi, agar produk agrobisnis berkembang secara lebih luas dan maksimal, ada yang perlu mendapat perhatian,” tandas Aldrin di Sekretariat Ikatan Sarjana Ekonomi Indonesia (ISEI) Cabang Bandung Koordnator Jabar, Jalan KH Ahmad Dahlan (dulu Jalan Banteng) 116 Bandung, Jumat (19/10).

Menurutya, agar perkembangan agrobisnis lebih optimal, perlu berbagai langkah. Di antaranya, sebut dia, perlu adanya rekayasa genetik untuk meningkatkan kualitas dan kuantitas produk.

Selain itu, sambungnya, butuh kolaborasi dan sinergi kuat antara dunia industri dan usaha, pemerintah, serta peneliti. Misalnya, ucap dia, adanya laboratorium peneltian khusus pengembangan komoditas agro. “Apabila sinergi itu terjalin, peluang berkembangnya produk agro kian besar,”pungkasnya.  (win)

Related posts