Home » Ekonomi » Sulit Akses Perbankan, UMKM Manfaatkan Kartu Kredit

Sulit Akses Perbankan, UMKM Manfaatkan Kartu Kredit

kadin kota bandungJABARTODAY.COM – BANDUNG

Hingga kini, para pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah masih mengalami kesulitan memperoleh pendanaan perbankan. Hal yang masih menjadi kendala para pelaku sektor tersebut tetaplah klise, yaitu agunan.

“Memang, pemerintah menggulirkan berbagai program untuk mendukung pendanaan dan permodalan pelaku UMKM. Tapi, sejauh ini, tetap saja, sulit bagi pelaku UMKM untuk memperoleh permodalan perbankan,” ujar Bambang Trisbintoro, Manajer Badan Promosi Pengelola Keterkaitan Usaha Kamar Dagang dan Industri Kota Bandung, di Graha Kadin Kota Bandung, Rabu (30/10).

Bin, sapaan akrabnya, memperkirakan, di Jawa Barat, terdapat sekitar 80% pelaku UMKM yang masih belum menikmati fasilitas pembiayaan perbankan. Pasalnya, sejauh ini, lembaga-lembaga perbankan memiliki dasar untuk menyalurkan pembiayaannya kepada para pelaku UMKM. “Yaitu UMKM yang visible dan bankable,” singkatnya.
         
Padahal, lanjut Bin, tidak seluruh UMKM yang tidak visible dan bankable. “Ada UMKM yang sudah visible dan bankable. Tapi, belum diketahui perbankan. Tapi, Ada pula yang visible tetapi belum bankable. Karenanya, perlu adanya berbagai upaya untuk membantu meringankan para pelaku UMKM guna memperoleh skema pembiayaan perbankan,” paparnya.
         
Masih sulitnya memperoleh skema pembiayaan perbankan itu, sambungnya, ternyata, tidak membuat para pelaku UMKM kesulitan memperoleh permodalan. Mereka, tuturnya, tidak sedikit yang mengambil langkah berani, yaitu menggunakan kartu kredit. Adalah beberapa perbankan asing, tuturnya, yang memfasilitasi para pelaku UMKM tersebut untuk memiliki kartu kredit. Selain itu, sambungnya, tidak sedikit pula para pelaku UMKM yang menggunakan sistem personal loan.
         
Melihat kondisi itu, Bin berpandangan perlu adanya skema pembiayaan perbankan yang lebih fleksibel. Misalnya, terang Bin, memberikan pembiayaan bertempo pendek bagi para pelaku UMKM yang cashflow-nya jelas. Misalnya, pembiayaan untuk satu bulan. “Saya kira, skema itu dapat sangat membantu,” tutup Bin. (VIL)

Komentar

komentar

Leave a Reply

Your email address will not be published.