Home » Ekonomi » Dongkrak Pariwisata, Jabar Bidik Asia Timur

Dongkrak Pariwisata, Jabar Bidik Asia Timur

Jawa_BaratJABARTODAY.COM – BANDUNG

Pada dasarnya potensi pariwisata Jawa Barat begitu besar. Hal itu karena tatar Sunda memiliki berbagai keunggulan. Antara lain, kuliner, alam, bangunan bersejarah, dan sebagainya. Dasar itulah yang membuat Badan Promosi Pariwisata Daerah (BPPD) Jabar terus melakukan berbagai upaya untuk meningkatkan pertumbuhan sektor tersebut.

Diantara strategi yang diterapkan BBPD Jabar, lembaga itu membidik negara-negara kawasan Asia Timur, seperti Cina, Korea Selatan, dan Jepang, sebagai target pasar pariwisata tatar Pasundan. Menurut Ketua BPPD Jabar, Cecep Rukmana, pembidikan Asia Timur sebagai pasar pariwisata karena negara-negara itu memiliki potensi besar.

“Saat ini, wisatawan asal Eropa, utamanya, Belanda, cenderung turun. Itu terjadi karena adanya perbedaan orientasi antara wisatawan generasi terdahulu dan generasi mudanya. Wisatawan asal Belanda  generasi sebelumnya, berwisata ke Jabar karena latar belakang sejarah. Tapi, wisatawan era saat ini, tidak seperti itu,” ujar Cecep pada Diskusi Meraih Pasar Wisatawan Asia Timur di Grand Royal Panghegar, Kamis (17/10).

Cecep mengemukakan, melihat kondisi itu, untuk meningkatkan kunjungan wisatawan, tidak hanya Eropa, tetapi juga kawasan lainnya, termasuk Asia Timur, Jabar perlu melakukan berbagai langkah nyata. “Harus terus melakukan inovasi, termasuk penyempurnaan sarana pendukung pariwisata,” tegasnya.

Direktur Eksekutif BPPD Jabar, Hilwan Saleh, menambahkan, salah satu hal yang masih menjadi kendala pariwisata Jabar yaitu infrastruktur.  Dia berpandangan, agar pariwisata Jabar lebih berkembang, tidak hanya perlu lebih mengintensifkan promosi, tetapi juga daya dukung infrastruktur.
“Selain itu, juga perlunya pemanfaatan dan pengoptimalan perkembangan teknologi informatika. Saya kira, jika infrastruktur dan TI memadai, sangat terbuka peluang Jabar untuk lebih mengembangkan pariwisata,” paparnya.

Pelaku pariwisata Jabar berdarah Cina, Anna Min Cao, mengamini, bila Cina merupakan pasar potensial bagi Jabar. Pasalnya, jelas dia, pemerintah Cina mengimbau penduduknya supaya melakukan berbagai perjalanan ke sejumlah negara setiap tahunnya.

Diutarakan Anna, hal itu terbukti pada jumlah penduduk Cina yang bepergian ke berbagai negara. Pada 2012, sekitar 85,1 juta penduduk Cina bepergian ke berbagai negara. Tahun ini, diprediksi mencapai 94,3 juta orang. “Tapi, yang berkunjung ke Indonesia, masih minim. Jumlahnya, sekitar 600 ribu orang,” ujarnya.

Anna berpendapat, ada beberapa hal yang menjadi daya tarik para wisatawan Cina. Antara lain, wisata alam, kondisi pantai, sejarah, pergunungan, hiburan malam, dan makanan. “Sebenarnya, Jabar memiliki semua itu. Karenanya, perlu pengemasan sehingga wisatawan Cina lebih banyak yang berwisata ke Jabar,” sahutnya.

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Jabar, Nunung Sobari,  menimpali, untuk meningkatkan kunjungan, perlu adanya sinergitas berbagai pihak. Akan tetapi, katanya, perlu adanya kesamaan visi dan misi, seluruh stake holder, termasuk pemerintah mulai level pusat, provinsi, hingga kota, dan kabupaten, bahkan kecamatan.

Berkenaan dengan Asia Timur, Nunung menilai negara-negara kawasan itu punya potensi besar. “Sejauh ini, wisatawan asal negara-negara Asia Timur berkontribusi 20 persennya seluruh wisatawan yang berkunjung ke Jabar,” imbuh Nunung. (VIL)

Komentar

komentar