Home » Ekonomi » Tabungan di Jabar Capai Ratusan Triliun Rupiah

Tabungan di Jabar Capai Ratusan Triliun Rupiah

TabunganKuJABARTODAY.COM – BANDUNG

Meningkatkan kesadaran untuk memiliki tabungan dan rekening perbankan terus digalakkan pemerintah. Strateginya dengan terus mengembangkan dan menyosialisasikan program TabunganKu.

“Di Jawa Barat sendiri, jumlah pemilik rekening terus bertambah,” ujar Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Wilayah VI Jabar-Banten, Dian Ediana Rae, di sela-sela Kegiatan Indonesia Menabung 2013 di Gedung Sate, Minggu (13/10).

Dian menyebutkan, di Jabar, hingga September 2013, jumlah nomor rekening mencapai 20,3 juta nomor. Nilainya sendiri mencapai Rp 266 triliun. Pihaknya, cetus Dian, bertekad untuk terus mengembangkannya, tidak hanya nomor rekening, tetapi juga nominalnya.

Untuk merealisasikannya, ungkap Dian, BI membidik sektor pendidikan, yaitu kalangan pelajar dan mahasiswa. Tahun ini, pihaknya memproyeksikan, melalui program Tabunganku, jumlah pemilik nomor rekening naik sebesar 4 juta. “Otomatis, nominalnya pun kami targetkan naik sebesar Rp 4,3 triliun,” ucap Dian.

Bien Subiantoro, Direktur Utama PT Bank Pembangunan Daerah Jabar-Banten atau bank bjb, menambahkan, pada dasarnya, pihanya siap mendukung program TabunganKu. Hingga September tahun ini, ungkapnya, bank bjb memiliki 2,7 juta nomor rekening.

Angka itu, lanjut Bien, lebih tinggi daripada periode Januari-September 2012, yang jumlahnya, sekitar 1,2 juta nomor rekening. Bahkan, tambah Bien, perbandingannya melebihi pencapaian sampai Desember 2012 pun, yang banyaknya 1,94 juta nomor.

Secara keseluruhan, sebut Bien, hingga September 2013, nilai dana pihak ketiga (DPK) yang dikelola bank bjb mencapai Rp 52 triliun. “Sebanyak Rp 8,5 triliun berupa tabungan. Lalu, Rp 13 triliun merupakan giro. Sisanya, adalah deposito. Kami memproyeksikan, hingga akhir tahun ini, jumlah rekening kami menembus 3 juta nomor tabungan. Nilainya, sekitar Rp 10 triliun,” papar Bien.

Untuk merealisasikannya, pihaknya pun turut menggarap sektor pendidikan. Dia menilai penggarapan sektor pendidikan relatif tidak terlalu sulit. Itu karena, aku Bien, selama ini, pihaknya menggarap proses sertifikasi guru. “Termasuk dana BOS yang nilainya sekitar Rp 4 triliun,” pungkasnya. (VIL)

Komentar

komentar