Home » Ekonomi » Volume Beras di Jabar Aman

Volume Beras di Jabar Aman

Gudang Beras Bulog (NET)

Gudang Beras Bulog (NET)

JABARTODAY.COM – BANDUNG

Masyarakat Jawa Barat tidak perlu khawatir akan kurangnya pasokan pangan, terutamanya beras, seiring dengan kemungkinan terjadinya gagal panen akibat musim kemarau.

Amannya ketersediaan beras itu karena Bulog Divisi Regional Jabar memiliki stok beras yang cukup melimpah. “Stok beras di Jabar, Insya Allah aman dan dapat cukup memenuhi kebutuhan selama 7,5 bulan,” ujar Kepala Bulog Divre Jabar, Usep Karyana, di Bandung, Rabu (18/9).

Ketercukupan beras selama 7,5 bulan itu, jelas Usep, karena stabilnya penyerapan beras oleh masyarakat. Selain itu, sambungnya, musim panen tahun ini tergolong lancar dan aman serta relatif tidak mendapat kendala apa pun.

Usep memastikan, amannya ketersediaan beras itu karena pihaknya melakukan penyimpanan komoditi itu pada gudang-gudang yang tersebar di seluruh wilayah Jabar. “Volumenya sekitar 305 ribu ton beras,” tutur pria asli Garut tersebut.

Usep meneruskan, sejak berlangsungnya panen gadu tahun ini, yaitu awal Agustus, tingkat penyerapan beras oleh Bulog Divre Jabar tergolong positif. Rata-rata, ungkap Usep, volume penyerapan oleh Bulog sekitar 1.500 ton per hari.

Menurutnya, kondisi itu menyebabkan ketersediaan beras tetap tinggi. Usep menyampaikan, sejak akhir semester pertama tahun ini atau Juni 2013, ketersediaan beras dapat mencukup kebutuhan hingga 7 bulan. “Ini sangat positif. Biasanya, standar ketersediaan beras yaitu pemenuhan untuk 3 bulan,” sahut Usep.

Memang, aku Usep, tingkat penyerapan saat panen gadu tidak sebesar panen rendeng. Apalagi, imbuhnya, jika perbandingannga dengan panen raya, yang volume penyerapannya, secara rata-rata, dapat mencapai 3.500 ton per hari.

Lalu, bagaimana dengan prognosa tahun ini? Usep menyebutkan, pihaknya menetapkan sebesar 550 ribu ton. Pihaknya, tegas dia, optimistis, bahwa jika mengacu pada kinerja penyerapan yang stabil, angka prognosa itu dapat terealisasi.

Berkenaan dengan harga jual, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Jabar, Ferry Sofwan Arief, menambahkan, sejauh ini, relatif stabil. Tingkat fluktuasinya pun tidak besar, yaitu sekitar Rp 50-200 per kilogram. (VIL)

Komentar

komentar