Home » Ekonomi » PT Jamsostek Bersiap Jadi BPJS Ketenagakerjaan

PT Jamsostek Bersiap Jadi BPJS Ketenagakerjaan

Jamsostek

Jamsostek

JABARTODAY.COM – BANDUNG

Pada 2014, beberapa lembaga BUMN yang bergerak dalam bidang jasa pelayanan dan penjaminan seperti PT Jamsostek, PT Askes, PT Taspen, berlebur. PT Jamsostek dan PT Taspen menjadi Badan Penyelenggara Jaminan Sosial Ketenagakerjaan. Sedangkan PT Askes berubah wajah menjadi BPJS Kesehatan.

Kepala PT Jamsostek Kantor Wilayah Jawa Barat, Teguh Purwanto, mengemukakan, pihaknya terus melakukan persiapan menjelang perubahan menjadi BPJS. “Di antaranya, mematangkan program pensiun,” ujar Teguh.

Adanya pematangan program baru tersebut, yaitu dalam hal pengelolaan dana pensiun, ungkap Teguh, BPJS Ketenagakerjaan, kemungkinan besar belum dapat menggulirkan program-programnya secara penuh. “Pada Juli 2015, seluruh program  dapat kami gulirkan secara penuh. Itu karena masa persiapan program pensiun,” kata Teguh.

Teguh menyatakan, pada dasarnya, pada 2014, pihaknya berubah menjadi BPJS Ketenagakerjaan. Ditegaskan, para peserta Jamsostek yang mengikuti program Jaminan Hari Tua (JHT), Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK), dan Jaminan Kematian (JK) secara otomatis menjadi peserta BPJS Ketenagakerjaan. “Kecuali yang mengikuti program Jaminan Pelayanan Kesehatan (JPK). Peserta JPK saat berubah sebagai BPJS, menjadi kewenangan BPJS Kesehatan,” sambungnya.

Teguh berharap menjadi sebuah lembaga penjaminan sosial yang berkelas dunia. Untuk itu, pihaknya terus berusaha mendongkrak aset. Sejauh ini, tukasnya, PT Jamsostek memiliki total aset sekitar Rp 150 triliun. “Untuk menjadi lembaga berkelas dunia, kita menargetkan pertumbuhan aset menjadi Rp 400-500 triliun hingga tahun 2017,” ungkap Teguh.

Disinggung jumlah kepesertaan saat ini, Teguh mengutarakan, sudah mencapai 5,1 juta orang. Itu mencakup peserta yang terdaftar di Jabar dan wilayah persinggungan Jabar-DKI Jakarta-Banten. (ERA)

Komentar

komentar