Home » Ekonomi » Bus Dilarang Naikkan Tarif Saat Mudik

Bus Dilarang Naikkan Tarif Saat Mudik

Dua buruh wanita yang bekerja di salah satu pabrik tekstil di Cipacing, Jatinangor, saat pulang kerja, baru-baru ini. (DEDE SUHERLAN/JABARTODAY.COM)

Dua buruh wanita yang bekerja di salah satu pabrik tekstil di Cipacing, Jatinangor, saat pulang kerja, baru-baru ini. (DEDE SUHERLAN/JABARTODAY.COM)

JABARTODAY.COM – BANDUNG

Dinas Perhubungan Jawa Barat siap menindak dan memberikan sanksi terhadap perusahaan otobus yang terbukti menaikan tarif tinggi saat masa mudik dan arus balik lebaran 2013.

Berdasarkan Keputusan Menteri Perhubungan No. PM. 64/2013, tarif batas atas untuk wilayah Sumatera, Jawa, Bali, dan Nusa Tenggara sebesar Rp 161 per penumpang per kilometer, untuk tarif batas bawah ditetapkan sebesar Rp 99 per penumpang per kilometer.

“Laporkan saja kalau ada bus menaikan tarif tak wajar saat lebaran tahun ini. Nanti kami tindak berdasarkan laporan dari masyarakat. Kami juga membuka pengaduan. Sanksinya bisa evaluasi izin perusahaan bus, memberhentikan operasi sementara bus yang tentunya mengurangi pendapatan PO, hingga cabut izin trayek,” jelas Kepala Dishub Jabar, Dedi Taufik, usai upacara gelar pasukan Operasi Ketupat Lodaya 2013 di halaman Mapolda Jabar, Kamis (1/8).

Para pemudik juga diajak turut serta  mencermati dan memantau tarif angkutan lebaran di Jabar. Dedi menegaskan tahun ini tidak ada tuslah lebaran, dikarenakan tarif angkutan Lebaran disesuaikan dengan tarif angkutan yang sudah ditetapkan Gubernur Jabar, pasca kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM).

“Kita sudah mengimbau, kalau tarif batas atas 30 persen dari tarif dasar, dan tarif batas bawah 20 persen. Jadi jangan ada melebihi 30 persen. Saya sudah koordinasi agar petugas di tingkat kota dan kabupaten untuk melakukan pemantauan di terminal-terminal,” tandasnya. (VIL)

Komentar

komentar