Home » Ekonomi » Tarif Travel Naik Hingga Rp 15 Ribu

Tarif Travel Naik Hingga Rp 15 Ribu

travelJABARTODAY.COM – BANDUNG

Akhir pekan kemarin, secara resmi pemerintah menaikkan harga jual bahan bakar minyak bersubsidi. Untuk premium, yang semula Rp 4500/liter menjadi Rp 6500/liter. Sedangkan harga solar, yang semula Rp 4500/liter, kini Rp 5500/liter.

Pasca keputusan itu, jajaran Organisasi Pengusaha Angkutan Darat (Organda) mengajukan usul kenaikan tarif. Organda menilai, sejak 2009, tarif angkutan darat belum mengalami kenaikan. Karenanya, Organda mengusulkan kenaikan 30%.

Meski begitu, walau belum ada persetujuan, beberapa operator angkutan darat, seperti travel, telah menaikkan tarifnya. Hal itu diakui Ketua Himpunan Pengusaha Travel Kota Bandung, Andrew Arristianto.

“Sebagian ada yang tarifnya naik hari ini. Tapi, belum seluruh travel di Bandung yang tarifnya naik,” kata Andrew, Senin (24/6).

Andrew memperkirakan pada pekan ini beberapa pelaku usaha travel pun akan melakukan penyesuaian tarif. Menurutnya, secara rata-rata, kenaikan tarif travel sekitar Rp 10-15 ribu/orang. “Misalnya, jika sebuah travel, yang biasanya tarifnya sekitar Rp 50 ribu per orang, kini Rp 60 sampai 65 ribu per orang,” jelasnya.

Andrew berpendapat, ada hal yang menjadi bahan pertimbangan terjadinya kenaikan tarif senilai Rp 10-15 ribu/orang itu. Di antaranya, naiknya biaya perawatan seiring dengan terjadinya kenaikan harga BBM, suku cadang, dan kemacetan. Belum lagi ditambah kondisi ruas Jalan Bandung-Jakarta.

“Saya kira, seandainya pertimbangannya total biaya operasional, kenaikan tarif sekitar Rp 10-15 ribu itu masih kecil,” tepisnya.

Diakuinya, para pelaku travel sulit menaikkan tarif lebih tinggi lagi, dikarenakan berpotensi memberatkan konsumen. “Bisa-bisa, konsumen memilih transportasi lain karena rute Bandung-Jakarta tidak hanya dioperasikan sejumlah travel, tetapi juga kereta api dan bus,” tuturnya.

Andrew memandang, naiknya tarif travel sekitar Rp 10-15 ribu/orang itu dapat menyebabkan load factor merosot. Terlebih, menjelang Ramadan dan Idul Fitri, penumpang travel memang cenderung sepi.

Menyikapi lesunya volume penumpang tersebut, Andrew menyatakan, pihaknya menyiapkan beberapa strategi. Diantaranya, membuat beberapa program, promosi, dan meningkatkan sistem pelayanan kepada para pengguna travel.

“Termasuk juga melakukan peremajaan mengganti armada atau kendaraan yang lebih irit dan hemat bahan bakar. Tapi, hal itu masih merupakan wacana,” tandasnya. (VIL)

Komentar

komentar