ojk
Home » Bandung Raya » Butuh Tenaga Ekstra, P2TP2A Jabar Upgrade Kemampuan Relawan

Butuh Tenaga Ekstra, P2TP2A Jabar Upgrade Kemampuan Relawan

Ketua P2TP2A Jawa Barat Netty Prasetiyani Heryawan. (DOK JABARTODAY.COM)

JABARTODAY.COM – BANDUNG

 

Sadar butuh tenaga ekstra dalam penanganan tindak kekerasan terhadap perempuan dan anak, Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2A) Jawa Barat getol merekrut relawan baru dan meningkatkan kemampuan mereka. Kamis (11/10) hari ini misalnya, P2TP2A melakukan “Upgrading Jejaring Relawan” di Wisma PKK Provinsi Jawa Barat, Jalan Soekarno-Hatta Kota Bandung.

 

Ketua P2TP2A Jabar Netty Prasetiyani Heryawan menjelaskan, upgrading merupakan upaya P2TP2A dalam membangun jejaring dan menggali potensi masyarakat guna  mencegah dan menghapus kekerasan terhadap perempuan dan anak. Salah satunya dengan melakukan rekrutmen relawan yang tersebar di 26 kota dan kabupaten di Jawa Barat.

 

“Penanganan tindak kekerasan terhadap perempuan dan anak membutuhkan tenaga ekstra, selain sejumlah ekstra lainnya, seperti kebijakan, penengakan hukum dan penanganan pascakejadian. Untuk itu, membutuhkan ketersediaan sumberdaya manusia yang memadai,” tegas Netty.

 

“Pelatihan yang kita lakukan merupakan proses menghasilkan SDM yang andal. Semua memang butuh proses dan praktis di lapangan. Paling tidak kegiatan ini mampu memenuhi kebutuhan tenaga relawan yang siap dan tersebar di seluruh kabupaten dan kota di Jawa Barat,” tambah Netty.

 

Lebih lanjut Netty menandaskan, kegiatan pelatihan dan pertemuan semacam ini perlu sering dilakukan. Selain meningkatkan pengetahuan dan informasi juga saling menukar informasi yang akan menjadi bekal dalam penanganan kasus serupa di daerahnya masing-masing. Hal tersebut dirasa perlu mengingat jumlah kasus yang ditangani oleh P2TP2A Jawa Barat semakin meningkat.

 

Berdasarkan data, maka kasus yang ditangani P2TP2A Provinsi Jawa Barat pada rentang waktu 2010 hingga September 2012  telah menangani 354 kasus. Jumlah tersebut terdiri atas 197 kasus trafficking, 92 kasus kekerasan dalam rumah tangga (KDRT), dan 51 kasus kekerasan pada anak maupun kekerasan lainnya.

 

“Kegiatan ini merupakan bagian dari langkah-langkah peningkatan keterampilan bagi para jejaring relawan yang telah direkrut. Dengan pelatihan juga diharapkan dapat memaksimalkan kinerja dalam penanganan kasus di lapangan. Capaian yang ingin diraih dalam kegiatan ini adalah  memperkuat jejaring relawan P2TP2A Jawa Barat, meningkatkan keterampilan relawan dalam penanganan korban di lapangan, dan pelantikan jejaring relawan,” jelas Netty.(HUMAS PEMPROV JABAR/NJP)

Komentar

komentar