warga Bandung Terkaya di Tanah Air

jabartoday.com/net
jabartoday.com/net
JABARTODAY.COM – BANDUNG — Beberapa waktu lalu, pemerintah memberlakukan Undang Undang (UU) Pengampunan Pajak atau tax amnesty. Tujuannya berupa menertibkan para wajib pajak yang selama ini belum memenuhi kewajibannya membayar pajak.

Sejak berlakunya UU itu, hingga awal Aguatus, pembayaran uang tebusan, khusus di Jabar, progresnya positif. “Uang yang masuk mencapai Rp 35-36 miliar,” tandas Kepala Kantor Wilayah (Kanwil) Direktorat Jenderal Pajak (DJP) Jabar I, Yoyok Setiotomo, pada sela-sela Pelantikan Forum Komunikasi Industri Jasa Keuangan Jabar di Hotel Harris, Ciumbuleuit, Bandung.

Menurutnya, nilai dana tebusan tax amnesty di tatar Pasundan berpotensi besar terus bertabambah. Pasalnya, terang Yoyok, masih banyak warga khawatir berkenaan dengan tax amensty ini.

Prediksinya, ucap Yoyok, akhir Aguatus atau awal September, dana tebusan masul lebih besar lagi. Deklarasinya, kata dia, di Jabar, dana repatriasi mencapai 4 persen. Selama 3 bulan pertama, yaitu hingga September, jumlah uang tebusan sebesar 2 persen.

Yoyok berpandangan, selama program ini bergulir, masyarakat berantusias tinggi saat berlangsung sosialisasi. Itu karena banyak masyarakat yang belum paham “Waktu di Sukabumi, kami mengundang 200 orang. Yang hadir, mencapai 600 orang,” ujarnya.

Yoyok menegaskan, ada hal di balik tax amnesty ini. Yaitu, ungkapnya, ternyata, dari 15 orang terkaya di Indonesia, 9 di antaranya warga Bandung. “Ini luar biasa karena belum banyak yang mengetahuinya,” sahut Yoyok.

Program tax amnesty ini pun, ucapnya, membuat jajarannya menghentikan penyelidikan beberpa penunggak pajak. “Sebanyak 21 kasus terhenti karena mengikuti program ini,” tutupnya. (ADR)

Related posts