Tekan Manipulasi Izin, Jabar Maksimalkan Sistem Elektronik

jabartoday.com/net
jabartoday.com/net

JABARTODAY.COM – BANDUNG — Aksi manipulasi dapat terjadi di mana dan kapan saja. Termasuk dalam hal perizinan. Karenanya, jajaran Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jabar, melalui Badan Penanaman Modal dan Perizinan Terpadu (BPMPT) Jabar melakukan berbagai upaya. Di antaranya, memaksimalkan sistem elektronik.

“Kini, kami menggunakan sistem elektronik dalam proses pengerjaan perizinan. Melalui sistem itu, proses pengurusannya lebih terbuka mudah, dan aman. Kita tinggal membuka internet sehingga dapat tahu bagaimana proses pengurusannya,” tandas Kepala BPMPT Jabar, Dadang M Masoem, belum lama ini.

Diutarakan, kecanggihan proses pengurusan perizinan tersebut menjadi sebuah strategi terjadinya manipulasi. Ditegaskan, proses perizinan elektronik itu pun membuat jajaran pemerintah pusat berstudi banding ke lembaga yang dipimpinnya itu. Beberapa waktu lalu, ungkap Dadang, 3 kementerian studi banding, yaitu Kementerian Dalam Negeri, Kementerian Pemberdayaan Aparatur Negara, dan Kementerian Keuangan.

Berkenaan dengan jumlah perizinan yang diterbitkan BPMPT selama periode Januari-Desember 2015, Dadang mengungkapkan, jumlahnya mencapai puluhan ribu izin. Secara total, sebut Dadang, tahun lalu, pihaknya menerima 43.277 permohonan perizinan. Namun, ungkapnya, pihaknya menerbitkan 40.877 izin. “Sisanya, sebanyak 1,607 berkas masih dalam proses, dan 793 berkas perizinan lainnya, kami tolak,” ucapnya.

Izin terbanyak, tuturnya, yaitu penerbitan izin kartu pengawasan dalam izin trayek perhubungan darat, yaitu mencapai  27.405 izin. Perizinan yang paling sedikit, tambahnya, sebanyak 15 izin. Sedikitnya jumlah izin dari ke-15 perizinan tersebut karena pengajuan berkasnya pun sedikit. Selain itu, imbuh dia, karena sifatnya. Umpamanya, Dadang mencontohkan, masas berlakunya yang tergolong panjang, yaitu 2-5 tahun. “Misalnya, izin usaha budidaya ikan.  “Hal lainnya, pembuatan izinnya cukup satu kali selama pemohonnya masih melaksanakan usaha mereka,” terang Dadang.  (ADR)

Related posts