Supir Angkot Nyambi Jadi Pencuri Motor

Pencurian kendaraan bermotor.
Pencurian kendaraan bermotor.

JABARTODAY.COM – BANDUNG

Ternyata selain menjadi supir angkutan kota, Oki Ahmad Ramdani (24), memiliki profesi lain, yakni menjadi pencuri kendaraan bermotor. Itu diketahui setelah Oki dan Aris Kharisma Kusumah (20), sang kernet, ditangkap Unit Reserse Kriminal Kepolisian Sektor Babakan Ciparay di daerah Cipaganti, beberapa waktu lalu.

Kepala Polsek Babakan Ciparay Komisaris Harli Hardiman mengatakan, awalnya Oki diketahui sebagai seorang penadah. “Namun ketika dilakukan pemeriksaan lebih lanjut, ternyata yang bersangkutan  pernah ikut melakukan pencurian,” ujar Harli yang didampingi Kepala Unit Reskrim Polsek Babakan Ciparay Inspektur Satu I Wayan Budiarta, di Mapolsek Babakan Ciparay, Selasa (14/10/2014).

Modus yang dilakukan, dituturkan Harli, yaitu para pelaku mencari target dengan menggunakan angkot, biasa kendaraan yang diparkir di sembarang tempat. Kemudian, lanjutnya, salah satu pelaku berperan sebagai eksekutor yang mengambil kendaraan menggunakan kunci astag. “Sasarannya di tempat keramaian, tempat parkir, depan rumah atau kampus. Jadi targetnya acak, ga fokus,” papar Harli seraya menyebut wilayah beraksi pelaku di sepanjang jalur angkot mereka, yakni Cicaheum-Ciroyom.

Usai menangkap para tersangka, sambung Harli, pihaknya melakukan pengembangan dan mendapatkan lebih dari 10 sepeda motor hasil colongan pelaku di beberapa TKP, seperti Babakan Ciparay, Cibeunying Kidul, Sukajadi, Cibeunying Kaler, dan Sukajadi.

Aris sendiri mengaku baru sekitar 4 bulan melakukan aksi tersebut. Dirinya beralasan, bahwa hasil menarik angkot tidak dapat memenuhi kebutuhan sehari-harinya. “Kalo hasil dari angkot ga tentu, kadang rame, kadang enggak,” tukasnya.

Ia menuturkan, aksinya tersebut biasa dilakukan berdua ataupun sendiri. Biasanya target wilayahnya di daerah Cihampelas dan Gandok. Hasil curiannya dijual di daerah Garut dengan harga Rp 1,5 juta hingga Rp 2 juta.

Dari tersangka, polisi menyita barang bukti berupa satu kunci letter T dan 10 unit sepeda motor berbagai merek. Atas aksinya, Aris dan Oki dijerat Pasal 363 KUHP tentang Pencurian yang ancaman hukumannya di atas lima tahun penjara. (VIL)

Related posts