September,  Periode Kritis Tax Amnesty

jabartoday.com/net
jabartoday.com/net

JABARTODAY.COM – BANDUNG  Sekitar tiga bulan lalu, pemerintah menerbitkan regulasi berkenaan dengan pajak, yaitu terbitnya Undang Undang Pengampunan Pajak alias Tax Amnesty.

Sarwono, Kepala Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Kantor Regional Jabar, mengemukakan, pihaknya berperan penting dalam pelaksanaan Tax Amnesty. Di antaranya, jelas dia, melakukan pengawasan lembaga-lembaga yang berperan sebagai gateway dana repatriasi, yang terdiri atas 18 perbankan, 12 perusahaan efek, dan 2 perusahaan atau manajer investasi.

Menurutnya, aplikasi Tax Amnesty berada pada tiga pihak. Pertama, sebut dia, pemerintah, yaitu antara lain, Direktorat Jenderal Pajak (DJP), OJK, Bank Indonesia (BI). Kedua, lanjutnya, lembaga-lembaga jasa keuangan yang menjadi gateway dana repatriasi. “Ketiga masyarakat,” ujarnya.

Setelah berlangsung beberapa bulan, Sarwono berpendapat, September merupakan momen krusial dan kritis pelaksanaan Tax Amnesty. Pasalnya, jelas dia, menjelang akhir periode pertama itu, tebusannya sangat ringan, yaitu 2 persen. Sedangkan memasuki periode berikutnya, imbuh dia, bisa naik melebihi 2 persen.

Kepala DJP Jabar I, Yoyok Setiotomo, mengungkapkan, sejauh ini, secara nasional, dana tebusan Tax Amnesty mencapai triliunan rupiah. “Hingga pekan ke-4 Agustus, dana tebusan mencapai Rp 2,3 triliun. Sedangkan jumlah surat pernyataan harta (SPH) dana terkumpul sebanyak 17.422 SPH. Sementara dana deklarasi nilainya mencapai Rp 111 triliun,” paparnya.

Yoyok melanjutkan, di Jabar, total harta deklarasi yang terungkap melalui SPH, tambahnya, sebanyak Rp 5,99 triliun.  Sedangkan realisasi dana tebusan Rp 127,6 miliar.  (ADR)

Related posts