Sunday , 5 April 2020
Home » Ekonomi » Ritel Masih Lebih Dominan daripada E-Commerce

Ritel Masih Lebih Dominan daripada E-Commerce

(jabartoday.com/net)

JABARTODAY.COM – BANDUNG — Selama beberapa tahun terakhir, perkembangan teknologi informasi berbasis digital terus berkembang dan menyentuh beragam sektor, termasuk perdagangan. Buktinya, konsep berbelanja atau pemenuhan kebutuhan lain pun makin menjamur.

Tentunya, kondisi itu dapat berpengaruh pada kondisi perdagangan ritel dan konvensional. Ada anggapan bahwa melambatnya pertumbuhan ritel dalam beberapa waktu terakhir sebagai efek e-commerce. Akan tetapi, beberapa pelaku ritel menyatakan bahwa perlambatan ritel lebih karena saya beli, bukan e-commerce.

“Sejauh ini, transaksi perdagangan e-commerce masih tergolong kecil. Artinya, perdagangan ritel dan konvensional masih mendominasi,” tandas Sekretaris Dewan Pengurus Daerah (DPD) Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (Aprindo) Jabar, Henri Hendarta, Jumat (27/10).

Henri tidak membantah bahwa e-commerce mengalami pertumbuhan pesat. Itu karena, jelasnya, skema berbasis digital itu kian akrab dengan generasi saat ini, yang terkenal dalam istilah Milenia Generation, yamg lebih menyukai cara-cara yang simpel dan praktis, termasuk dalam hal berbelanja. Walau begitu, sambungnya, secara transaksi, nominal e-commerce masih lebih kecil daripada cara berbelanja konvensional.

Henri pun tidak menampik tutupnya sejumlah ritel moderen, utamanya Di Jabar, khususnya Bandung. Umumnya, ritel yang tutup di Bandung adalah minimarket, semisal MOR, SB Mart, dan Seven-Eleven. Sedangkan ritel besar, lanjutnya, masih survive.

Menurutnya, secara general, tren belanja ritel memang mengalami pelemahan dan perlambatan. Akan tetapi, kondisi itu tidak terjadi pada seluruh ritel. “Justru, ada juga yang mampu mempertahankan dan meningkatkan kinerja, bahkan melakukan ekspansi. Ini menunjukkan, ritel masih eksis,” sahutnya.

Henri berpandangan, ada beberapa faktor yang membuat sejumlah ritel Di jabar, utamanya Bandung, tutup. Antara laim, kata dia, penutupan oleh pemerintah berkaitan dengan perizinan. Lalu, tambahnya, habis masa kontrak bangunan atau tempat. Kemudian, imbuh dia, kinerja bisnis yang rendah. (win)