Friday , 5 June 2020
Home » Headline » Ridwan Kamil: Mari Kembali ke Hakikat Utama Idul Fitri

Ridwan Kamil: Mari Kembali ke Hakikat Utama Idul Fitri

    Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil (foto: humas jabar)

JABARTODAY.COM – BANDUNG Perayaan Idul Fitri kali ini berbeda dari tahun-tahun sebelumnya karena dalam situasi pandemi Covid-19. Guna mencegah penularan dan membatasi ruang gerak SARS-CoV-2, virus penyebab Covid-19, Pemerintah Provinsi Jawa Barat meminta warga merayakan hari kemenangan di rumah masing-masing.

Gubernur Jabar Ridwan Kamil merekomendasikan Shalat Idul Fitri dilaksanakan di rumah, bukan di lapangan maupun tempat terbuka lain, mengingat di Jabar tidak ada daerah yang berada di level 1 atau zona hijau kewaspadaan virus corona.

Emil, sapaan akrab Gubernur, mengatakan, dia bersama keluarga akan menjalankan Shalat Id dan bersilaturahmi saudara di kampung halaman secara daring di rumah dinas.

“Mari kita ibadah di rumah saja dan melaksanakan ketaatan kita sesuai dengan para ulama dengan fatwa-fatwanya, dan ketaatan kepada arahan pemimpin,” ujarnya, di Gedung Pakuan, Kota Bandung, Sabtu (23/5/2020).

Berdasarkan hasil kajian Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Jabar, 3 daerah berada di level 4 atau zona merah. Artinya, masih ditemukan kasus pada satu klaster atau lebih dengan peningkatan kasus signifikan, sehingga dapat dilakukan pembatasan sosial maksimal atau penuh di daerah tersebut.

Kemudian, 19 daerah berada di level 3 atau zona kuning, yakni Kabupaten Bandung, Bogor, Ciamis, Cianjur, Cirebon, Indramayu, Karawang, Kuningan, Majalengka, Purwakarta, Subang, Sukabumi, Tasikmalaya, Kota Bandung, Banjar, Bogor, Cirebon, Depok, dan Tasikmalaya. Artinya, ditemukan kasus Covid-19 pada klaster tunggal, sehingga bisa diterapkan pembatasan sosial parsial di daerah tersebut.

Sedangkan, 5 daerah, yaitu Kabupaten Garut, Pangandaran, Sumedang, Bandung Barat, dan Kota Sukabumi, berada di zona biru atau ditemukan kasus secara sporadis, baik lokal maupun kasus impor, maka perlu diterapkan pembatasan fisik (physical distancing).

Kang Emil menilai, tradisi bersalaman-salaman dan saling mengunjungi keluarga pada lebaran tahun ini dapat diganti dengan silaturahmi secara daring, baik melalui panggilan video maupun pesan singkat. Apalagi, tren penularan virus corona di Jabar menurun selama diterapkannya pembatasan sosial berskala besar tingkat provinsi.

“Pada Idul Fitri tahun ini kita sedang berada dalam situasi sulit yaitu pandemi corona. Oleh karena itu, mari kita kembali ke hakikat utama Idul Fitri, yaitu menjemput kemenangan. Kemenanganan dari hawa nafsu, kemenangan dari keburukan-keburukan, kemenangan dari kemudaratan-kemudaratan,” ucapnya.

Di tengah pandemi, perayaan lebaran tahun ini tentu akan berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya. Pasalnya, umat Islam mesti beradaptasi dan menunda tradisi-tradisi di hari kemenangan. Yang terpenting saat ini, sambung Emil, warga Jabar harus memastikan keluarga, baik di rumah dan kampung halaman, dalam kondisi berbeda.

”Lebaran bukan tentang belanja baju baru, bukan tentang mudik untuk silaturahmi. Karena pada masa pandemi Covid-19 ini, pertemuan orang per orang sebaiknya dilakukan dari jarak jauh. Walaupun silaturahmi mengandung nilai ibadah dan kemuliaan, tetapi mencegah nyawa, menyelamatkan nyawa, itu lebih utama dan mulia di situasi seperti ini,” pungkasnya. (vil)

Baca Juga:  Permainan Tradisional Pecahkan Rekor Dunia

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *