Rekayasa Jalan Perlu Sosialisasi

Lokasi proyek pembangunan flyover Antapani. (Istimewa)
Lokasi proyek pembangunan flyover Antapani. (Istimewa)

JABARTODAY.COM – BANDUNG  Anggota Komisi C DPRD Kota Bandung Folmer Silalahi turut berkomentar terkait rekayasa lalu lintas yang dilakukan kepolisian untuk mengurai kemacetan di kawasan sekitar proyek pembangunan jembatan layang Antapani.

Menurut Folmer, pemberlakuan dua arah di Jalan Jakarta haruslah melalui kajian, karena nyatanya tetap menimbulkan kemacetan. Pasalnya, dengan kendaraan dari Jalan Ahmad Yani yang menuju Jalan Jakarta bisa belok ke Jalan Bogor, telah menimbulkan singgungan. Meski kendaraan dari Jalan Ahmad Yani dilarang belok kanan ke Jalan Ibrahim Adjie (Kiaracondong) depan Bandung Trade Mall (BTM), tetap saja kemacetan tidak bisa dihindari.

“Meski Jalan Ibrahim Adjie depan BTM diberlakukan dua arah. Dari arah Jalan Jakarta bisa langsung lurus ke Jalan Ahmad Yani (Cicadas), tetap saja macet. Intinya, ketika mau rekayasa jalan, simulasi tetap harus ditempuh sebagai sosialisasi,” tutur Folmer, saat dihubungi, Senin (19/9).

Seperti diketahui, pemberlakuan dua arah yang diterapkan di Jalan Jakarta, memberi dampak pada pengendara yang berasal dari Jalan Supratman menuju Jalan Jakarta, sebab bisa langsung lurus ke arah Antapani atau belok kanan ke Jalan Ibrahim Adjie.

Untuk kendaraan dari Jalan Terusan Jakarta yang akan menuju Jalan Jakarta, tidak bisa langsung lurus, melainkan mesti belok kiri menuju Jalan Ibrahim Adjie dan memutar arah dekat median Jalan Ibrahim Adjie. “Itu tetap saja timbulkan antrian panjang,” singkat Folmer.

Kendaraan yang akan menuju Jalan Jakarta dari arah Jalan Terusan Jakarta (Antapani) dapat melalui Jalan Baru yang tembusnya di Jalan Banten dan Jalan Jakarta (traffic light). Untuk kendaraan yang akan menuju Jalan Terusan Jakarta dari arah Jalan Ibrahim Adjie bisa lewat Jalan Jakarta dan memutar arah di belokan kedua dekat flyover. Sementara kendaraan yang akan menuju Jalan Ibrahim Adjie dari arah Jalan Jakarta bisa melalui belokan kesatu dekat flyover.

“Maka, sejatinya memang perlu kajian. Tetapi, untuk rekayasa ini, kalau mau saya berkata jujur, tidak ada komentar,” tandas Folmer. (dva)

Related posts