Penerjemah Harus Mampu Mengatasi Problem Linguistik dan Budaya

RESENSI BUKU

emzirJudul : TEORI DAN PENGAJARAN PENERJEMAHAN
Penulis: Prof. Dr. Emzir, M.Pd.
Penerbit: Rajawali Pers
Cetakan: Pertama, Juni 2015
Tebal: xvi + 284 halaman
ISBN: 9789797698515

JABARTODAY.COM-JAKARTA. Menerjemah teks dari bahasa sumber ke bahasa target (tujuan) bukan perkara mudah. Diperlukan pengetahuan yang memadai untuk bisa menghasilkan karya terjemahan yang berkualitas: yakni memiliki kesepadanan dengan teks sumber. Seorang penerjemah bisa saja “terjun bebas” menerjemahkan suatu naskah, namun hasilnya tentu tidak seperti yang diharapkan sebagaimana makna yang dikandung dalam bahasa sumbernya.

Seorang penerjemah tidak saja dituntut menguasai bahasa sumber secara baik dan mendalam, tetapi juga mesti menguasai bahasa target dengan baik pula.  Selain itu, ia harus memiliki pengetahuan yang cukup dalam bidang yang diterjemahkan untuk memastikan bahwa pesan yang disampaikan dapat ditransfer secara sempurna ke dalam bahasa target. Tidak luput pula adalah bahwa seorang penerjemah seharusnya memahami sejumput teori, prinsip dan kaidah-kaidah yang mesti ditaati dalam aktifitas penerjemahan.

Penerjemahan yang baik juga harus mampu melampaui problem-problem linguistik dan problem-problem budaya. Problem linguistik berkaitan dengan perbedaaan tata bahasa (grammar),  kosakata-kosakata (vocabulary) dan masing-masing maknanya. Problem budaya berkaitan dengan konteks budaya yang berbeda antara budaya dari teks (bahasa) sumber dengan budaya teks (bahasa) target.

Di sinilah makna penting kehadiran buku karya Guru Besar Universitas Negeri Jakarta (UNJ), Prof. Dr. Emzir, M.Pd. bertajuk “Teori dan Pengajaran Penerjemahan”. Buku ini memberikan wawasan dan panduan bagi pembaca tentang hal-ikhwal terkait penerjemahan. Terutama mengulas soal pengertian, jenis dan studi penerjemahan, model-model penerjemahan, isu kesepadanan dalam penerjemahan, pendekatan dan metode dalam penerjemahan, unit penerjemahan, pergeseran terjemahan, analisis makna, jenis dan ragam teks dalam penerjemahan, kesepadanan tekstual dan pragmatik, penerjemahan mesin, tes dan penilaian dalam penerjemahan, pengajaran penerjemahan hingga kedudukan dan kaitan penerjemahan dengan pengajaran bahasa.

Buku ini penting dibaca oleh para mahasiswa terutama yang sedang menempuh pendidikan di program studi pendidikan bahasa dan linguistik terapan baik di tingkat S1, S2 maupun S3. Buku ini juga bisa menjadi panduan bagi mereka yang selama ini bergelut dalam dunia penerjemahan profesional untuk menyegarkan kembali perspektif mereka dalam memahami aktifitas penerjemahan yang dilakoninya. Selamat membaca! (Fahrus Zaman Fadhly, Mahasiswa Program Doktoral Pendidikan Bahasa Universitas Negeri Jakarta)

 

Related posts