Pembantaian Muslim Myanmar Mengarah ke Etnic Cleansing

  • Whatsapp

JABARTODAY.COM – JAKARTA

Ketua Komisi I DPR RI Mahfudz Siddiq mengatakan, pemerintah Myanmar seharusnya menerima dan menjadikan muslim Rohingya Arakan sebagai bagian dari warga negara Myanmar.

“Kekerasan terhadap muslim Rohingya yang sudah mengarah ke etnic cleansing akan terus berlanjut. Kecuali pemerintah Myanmar mau membuka kebijakan politik untuk menerima mereka sebagai bagian dari warga muslim Arakan dan bagian dari warga negara Myanmar. Lalu segala bentuk diskriminasi dihentikan,” kata Mahfudz Siddiq kepada ANTARA News di Jakarta, Kamis.

Jika hal ini dilakukan, kata politisi Partai Keadilan Sejahtera itu, maka Myanmar akan mencatat capaian besar dalam proses demokratisasinya.

“Dan akan menjadi pijakan sangat penting dalam mengelola pluralisme secara demokratis di Myanmar,” kata dia.

Namun, lanjut Mahfudz, jika pemerintah Myanmar dan juga Aung San Su Kyi tetap bersikeras dengan tidak mengakui muslim Rohingya sebagai bagian dari warga Arakan dan warga negara Myanmar, bisa dikatakan, Myanmar dan Aun San Sukyi mengabaikan masalah HAM.

“Padahal muslim Rohingya sudah menetap puluhan tahun dan jumlahnya hampir satu juta orang. Ini jelas-jelas ini sebagai pengabaian terhadap nilai-nilai demokrasi dan kemanusiaan, dan itu artinya semua unsur di Myanmar bertanggung jawab terhadap etnic cleansing yang sedang dan terus terjadi,” kata kata Mahfudz.

Sebagaimana diketahui, beberapa waktu lalu, terjadi pembantaian terhadap muslim Rohingya. Akibatnya, sekitar 6000 orang muslim Rohingya meninggal dunia.

Berita Terkait