Pembakar Gedung Kejati Jabar Dituntut 8 Tahun Penjara

Dedi Sugarda, terdakwa pembakar gedung Kejati Jabar mendengarkan tuntutan jaksa dalam persidangan di Ruang III PN Bandung, Selasa (13/12). (jabartoday/avila dwiputra)
Dedi Sugarda, terdakwa pembakar gedung Kejati Jabar mendengarkan tuntutan jaksa dalam persidangan di Ruang III PN Bandung, Selasa (13/12). (jabartoday/avila dwiputra)

JABARTODAY.COM – BANDUNG Dinilai sengaja melakukan pembakaran gedung Kejaksaan Tinggi Jawa Barat, jaksa menuntut Dedi Sugarda delapan tahun penjara. Menurut jaksa penuntut umum, Dedi melanggar tindak pidana sebagaimana diatur dalam Pasal 187 ayat (1) KUHP tentang Mendatangkan Bahaya bagi Keamanan Umum.

“Meminta kepada majelis hakim yang berwenang menyidangkan perkara ini untuk menjatuhkan pidana penjara selama delapan tahun,” ucap JPU Taufik Hidayat, dalam amar tuntutannya di hadapan majelis hakim yang diketuai Lian Sibarani, di Ruang III Pengadilan Negeri Bandung, Selasa (13/12).

Hal yang memberatkan, menurut JPU, terdakwa sebelumnya pernah menjalani hukuman alias residivis, juga berbelit-belit dalam memberikan keterangan. Karena sudah terbukti dalam dakwaan primair, jaksa menganggap tidak perlu lagi mengenakan dakwaan subsidair.

Atas tuntutan tersebut, terdakwa akan mengajukan pledoi atau nota pembelaan pada sidang selanjutnya, Selasa (20/12).

Sebelumnya, Dedi membakar Gedung Kejati Jabar pada Minggu 5 Juni 2016. Motif dirinya melakukan pembakaran, karena tak bisa menerima kinerja jaksa yang kurang maksimal. Dedi beraksi seorang diri dan masuk ke area gedung dengan santai sambil menenteng botol bekas minuman isotonik yang ternyata berisi bensin. Tanpa dicurigai petugas yang sedang berjaga, terdakwa melihat bagian aula dan langsung menyiramkan bensin itu lalu menyulutnya dengan korek api.

Setelah api menyala, terdakwa berusaha kabur, namun dapat diamankan petugas. Hanya saja, akibat aksinya, bagian aula Gedung Kejati Jabar pun ludes dilalap si jago merah. Beruntung api tak sampai merembet ke bagian lain dari bangunan. Ruangan Kepala Kejati Jabar yang tepat berada di atas aula, juga selamat dari amukan api.

Aksi yang dilakukan Dedi, tidak jauh berselang usai pisah sambut Kajati Jabar, dari Feri Wibisono ke Setia Untung Arimuladi. Bahkan, berlangsung di bulan suci Ramadan. Barang-barang sisa acara pun, seperti halnya bunga ucapan selamat, masih berada di ruangan saat Dedi melakukan pembakaran. Akibat peristiwa itu, kerugian yang dialami oleh pihak Kejati Jabar mencapai Rp 5 miliar. (vil)

Related posts