Saturday , 6 June 2020
Home » Bandung Raya » Pelaku Penodongan di Angkot Beraksi secara Spontan

Pelaku Penodongan di Angkot Beraksi secara Spontan

Kapolrestabes Bandung Kombes Winarto memerlihatkan barang bukti yang digunakan pelaku pembegalan dalam angkot, pada ekspose di Mapolsek Regol, Senin (5/12). (jabartoday/avila dwiputra)
Kapolrestabes Bandung Kombes Winarto memerlihatkan barang bukti yang digunakan pelaku pembegalan dalam angkot, pada ekspose di Mapolsek Regol, Senin (5/12). (jabartoday/avila dwiputra)

JABARTODAY.COM – BANDUNG DDS alias Goler (35) mesti menahan sakit di kakinya, akibat dihajar timah panas anggota Unit Reserse Kriminal Polsek Regol. Goler adalah pelaku penodongan terhadap lima pelajar SMP Negeri 2 Bandung di dalam angkutan kota yang terjadi pada Kamis (17/11).

Dirinya ditangkap di daerah Bayongbong, Kabupaten Garut, Senin (5/12), sekitar pukul 04.00. Penangkapan itu berdasarkan pengembangan dari pelaku lainnya yang sudah lebih dahulu diamankan, US (26).

“Dua orang ini merupakan komplotan penodongan di dalam angkot, beberapa waktu lalu. Peran US sebagai joki sepeda motor, sedangkan DDS yang melakukan penodongan,” ujar Kepala Polrestabes Bandung Komisaris Besar Winarto yang didampingi Kapolsek Regol Komisaris Sumi M, di Mapolsek Regol, Senin (5/12).

Berdasarkan hasil pemeriksaan, kedua tersangka ini baru pertama kali melakukan aksinya. Namun begitu, diketahui pula Goler adalah seorang penjahat kambuhan yang pernah terjerat kasus kepemilikan senjata tajam. “Mereka ini hanya coba-coba,” tukas Winarto.

Sementara itu, Goler mengaku khilaf telah melakukan perbuatan tak terpuji tersebut. Pasalnya, dia sedang dalam kondisi mabuk. Dengan kondisi itu, terlintas lah niat melakukan penodongan ke penumpang angkot. “Jadi spontan saja, ada angkot langsung naik, yang bawa ponsel langsung saya minta,” ucap Goler.

Untuk memuluskan niatnya, Goler membeli sebilah kapak hitam di pasar di kawasan Tegalega. Benda tajam itu untuk menakut-nakuti atau melukai korban, jika melakukan perlawanan. “Saya ga kenal sama sopir angkot yang saya naikin waktu itu,” aku pria yang memiliki tato tersebut.

Selain kedua tersangka, petugas menyita sebilah kapak hitam yang digunakan pelaku menodong korban di dalam angkot. Serta, satu unit sepeda motor yang digunakan kedua tersangka untuk beraksi.

Akibat aksinya itu, keduanya dijerat dengan Pasal 365 jo. Pasal 53 KUHP tentang pencurian dengan kekerasan, yang ancaman hukumannya di atas lima tahun penjara.

Seperti diberitakan, lima orang siswa SMPN 2 diduga menjadi korban penodongan di dalam mobil angkot jurusan Kalapa-Dago di Jalan Ciateul, Kamis (17/11) silam. Seorang diantaranya mengalami luka pada tangan kanannya. (vil)